PEKANBARU (RiauInfo) – Kota Pekanbaru terus disemarakkan dengan syiar Islam di malam-malam pengujung Ramadhan, termasuk di Masjid Al-Jihad, Jalan Melur, yang menggelar rangkaian ibadah Tarawih malam ke-19 pada Minggu (8/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Hendri K, S.HI, M.Si., hadir menyampaikan tausiyah mendalam mengenai pentingnya membangun rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah (Samawa) sebagai bagian dari amal sholeh.
Suasana ibadah malam ke-19 di bulan Ramadhan 1447 H ini berlangsung khidmat dengan kehadiran jamaah yang memadati ruang utama masjid. Ustadz Hendri mengawali ceramahnya dengan memberikan analogi bahwa hidup manusia ibarat lampu dinding yang cahayanya bisa padam kapan saja tanpa peringatan, sebagai pengingat akan kepastian datangnya kematian.
Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa kematian adalah rahasia Allah SWT yang tidak memandang usia maupun kondisi fisik seseorang. Jika ajal telah ditetapkan, maka tidak ada satu pun kekuatan manusia yang mampu menunda atau mempercepatnya, sehingga setiap mukmin dituntut untuk selalu dalam keadaan siap.
Refleksi Kematian dan Amal Sholeh
Ustadz Hendri mengingatkan jamaah bahwa harta, tahta, dan kekuasaan yang dikejar di dunia tidak akan memberi manfaat sedikit pun saat seseorang telah memasuki alam kubur. Satu-satunya penolong yang nyata hanyalah amal sholeh yang dikumpulkan selama masa hidup di dunia.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa definisi amal sholeh sangatlah luas dan tidak terbatas pada ibadah ritual seperti Sholat, puasa, atau sedekah semata. Segala perbuatan baik, sekecil apa pun itu, dicatat sebagai timbangan kebaikan di sisi Allah SWT.
"Bahkan perbuatan sederhana seperti membuang duri atau rintangan di jalanan adalah bagian dari amal yang bisa menyelamatkan kita. Kehidupan yang baik di dunia ini secara otomatis akan membuahkan ketenangan di akhirat kelak," ujar Ustadz Hendri di hadapan jemaah.
Pentingnya Apresiasi dalam Keluarga
Memasuki tema inti tentang rumah tangga, penceramah menyoroti fenomena sosial di mana ucapan terima kasih kepada pasangan sering kali terabaikan. Padahal, penghargaan verbal merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga keharmonisan hubungan suami dan istri.
Beliau mengajak para suami dan istri untuk membiasakan diri saling berterima kasih atas pengorbanan masing-masing. Ustadz Hendri menekankan bahwa seorang istri sering kali bekerja tanpa lelah di rumah namun jarang mendapatkan apresiasi yang layak dari sang suami.
Di sisi lain, beliau juga menceritakan realita di mana banyak suami yang justru tidak mendapatkan ketenangan saat berada di rumah. Hal ini sering dipicu oleh sikap pasangan yang hanya mementingkan materi atau berapa banyak uang yang dibawa pulang, tanpa mempedulikan kondisi psikologis suami.
Membangun Kedamaian Rumah Tangga
"Jangan sampai hal ini terjadi pada jamaah Masjid Al-Jihad. Rumah harus menjadi madrasah dan tempat berteduh yang paling nyaman bagi penghuninya, di mana ketenangan lahir dan batin bisa didapatkan," tegasnya dalam tausiyah tersebut.
Pesan ini menjadi pengingat bagi setiap pasangan untuk menghargai peran masing-masing secara proporsional. Dengan adanya rasa saling menghargai dan ketenangan di dalam rumah, doa untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan.
Rangkaian agenda malam ke-19 ini dipandu oleh Rafifah Ath Thahri selaku pembawa acara (MC). Sementara itu, program Fastabiqul Khairat dipimpin oleh H. Moh. Tulus, SE, MM., yang mengajak jamaah untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan di sisa bulan suci ini.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan Sholat Tarawih berjamaah yang diimami oleh Irham, S.Sy dengan bacaan yang merdu dan jelas. Jalannya Sholat berlangsung lancar dengan panduan bilal M. Sabirin yang membacakan sholawat dan doa pengantar sholat Tarawih.