Memasuki Pertengahan Ramadhan, Ustadz Mizan Wahyudi Kupas Keutamaan Sabar di Masjid Al-Jihad Pekanbaru

Memasuki Pertengahan Ramadhan, Ustadz Mizan Wahyudi Kupas Keutamaan Sabar di Masjid Al-Jihad Pekanbaru
Ustadz Mizan Wahyudi

PEKANBARU (RiauInfo) – Suasana ibadah malam ke-16 Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Al-Jihad, Jalan Melur, Kota Pekanbaru, pada Kamis (5/3/2026) malam, tetap berlangsung khidmat meski diwarnai penurunan jumlah jemaah yang cukup signifikan dibandingkan awal bulan suci.

Memasuki fase pertengahan Ramadhan atau malam ke-16 puasa ini, shaf jemaah pria terpantau hanya terisi sebanyak empat baris, atau berkurang hampir setengah dari kapasitas biasanya. Fenomena ini tidak menyurutkan kekhusyukan para jemaah yang hadir untuk mendengarkan tausiyah singkat sebelum pelaksanaan sholat tarawih dimulai.

Ustadz Mizan Wahyudi, MJ, yang hadir sebagai penceramah malam itu, membawakan materi bertajuk "Sabar Sebagai Tangga Menuju Kemuliaan". Dalam paparannya, ia menekankan bahwa konsistensi dalam beribadah hingga akhir Ramadhan merupakan bentuk ujian kesabaran yang nyata bagi setiap muslim.

Lima Perusak Pahala Puasa

Ustadz Mizan mengingatkan jemaah agar tidak sekadar mendapatkan rasa lapar dan dahaga selama berpuasa. Ia merincikan lima hal utama yang dapat merusak pahala puasa, yakni:

  1. Berkata bohong, 
  2. Menggibah atau menggunjing orang lain, 
  3. Memandang dengan hawa nafsu, 
  4. Melakukan sumpah palsu, serta
  5. Mengadu domba.

"Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar, tapi menjaga lisan dan hati. Sangat disayangkan jika ibadah kita seharian penuh gugur pahalanya hanya karena kita tidak mampu menahan lidah dari gibah atau adu domba," ujar Ustadz Mizan di hadapan jemaah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sabar memiliki tiga tingkatan utama yang harus dipahami umat Islam. 

  1. Pertama adalah sabar dalam ketaatan, yakni keteguhan hati untuk terus menjalankan perintah Allah meskipun fisik merasa lelah atau bosan.
  2. Kedua adalah sabar dalam menghadapi kemaksiatan, yang berarti kemampuan mengendalikan diri untuk tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang agama. 
  3. Ketiga adalah sabar dalam menghadapi musibah, yaitu sikap rida dan ikhlas atas segala ketetapan atau ujian yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Petugas Malam ke-16 Ramadhan

Acara dibuka oleh Dhiya Nabila selaku pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan sebelum ibadah dimulai.

Sebelum memasuki waktu sholat tarawih, dilaksanakan sesi Fastabiqul Khairat yang dipandu oleh Ridwan Selamat. Sesi ini bertujuan untuk memotivasi jemaah dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan serta mempererat silaturahmi antarwarga di lingkungan Jalan Melur.

Bertindak sebagai Imam sholat tarawih adalah M. Rizki Ramadhan, yang memimpin jalannya sholat dengan bacaan yang merdu. Sementara itu, posisi Bilal Tarawih diamanahkan kepada M. Sabirin yang bertugas memandu selawat dan doa di sela-sela rakaat sholat.

#ramadhan

Index

Berita Lainnya

Index