PEKANBARU (RiauInfo) – Kota Pekanbaru kembali disemarakkan dengan syiar Islam pada malam ke-15 Ramadhan 1447 H, di mana Masjid Al-Jihad yang berlokasi di Jalan Melur menjadi pusat perhatian jamaah dalam melaksanakan ibadah sholat Tarawih berjamaah, Rabu (4/3/2026).
Santapan rohani malam itu disampaikan oleh Ustadz Ridho Rinaldo, S.HI, MH. Beliau menyampaikan tausiyah bertajuk "Kepemimpinan Dalam Pandangan Islam". Dalam paparannya, ia menekankan bahwa setiap manusia pada hakikatnya diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi.
Ustadz Ridho menjelaskan bahwa unit kepemimpinan paling kecil dimulai dari lingkungan keluarga. Beliau menegaskan bahwa laki-laki atau suami adalah pemimpin mutlak dalam rumah tangga, meskipun secara finansial istri mungkin memiliki penghasilan yang lebih besar, namun tanggung jawab kepemimpinan tetap berada di pundak suami.
Meluas ke unit yang lebih besar seperti institusi pendidikan, Ustadz Ridho memberi contoh peran Kepala Sekolah sebagai pemimpin. Beliau mengingatkan dengan tegas bahwa apa pun tingkatannya, seorang pemimpin wajib bersikap amanah karena setiap kebijakan dan tindakan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT di akhirat kelak.
Islam mengatur kriteria pemimpin dengan sangat ketat guna menjaga kemaslahatan umat.
Syarat pemimpin dalam Islam:
- Beriman dan bertaqwa, pemimpin mestilah seorang Muslim yang taat, jujur, dan memiliki integriti yang tinggi agar setiap tindakannya berlandaskan syariat.
- Cerdas, mempunyai kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, dan keupayaan mental yang tajam untuk menyelesaikan masalah serta merancang strategi.
- Amanah, mempunyai sifat tanggungjawab yang tinggi dan boleh dipercayai dalam memikul tugas serta menjaga kebajikan rakyat tanpa khianat
Ustadz Ridho menekankan bahwa tanggung jawab tinggi dan kepercayaan masyarakat tidak boleh dikhianati. Pemimpin harus fokus pada menjaga kebajikan rakyat tanpa mencari keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.
Dalam tausiyahnya, beliau juga menyentuh aspek sejarah mengenai urgensi kepemimpinan. Pasca wafatnya Rasulullah SAW, sempat terjadi perdebatan antara kaum Anshar dan Muhajirin mengenai siapa yang layak menjadi pengganti. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan seorang pemimpin sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia.
"Tanpa adanya pemimpin, dunia ini bisa hancur karena ketidakteraturan," ujar Ustadz Ridho. Beliau merujuk pada isyarat Rasulullah SAW yang menunjuk Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai imam sholat di kala beliau sakit, yang kemudian menjadi dasar kuat bagi para sahabat untuk mengangkatnya sebagai pemimpin umat.
Pelaksanaan Ibadah Malam ke-15 Ramadhan
Ibadah malam ke-15 Ramadhan di Masjid Al-Jihad ini berjalan lancar dengan koordinasi yang tertata. Bertindak sebagai pembawa acara (MC) adalah Agha Haykal Al Farizy, yang memandu jalannya rangkaian acara dari awal hingga akhir dengan tertib.
Sebelum pelaksanaan sholat Tarawih, program Fastabiqul Khairat yang menjadi rutinitas masjid ini dipandu oleh Heru Setiawan. Selain memandu Fastabiqul Khairat, Heru juga memberi kuis berhadiah mengenai bacaan ayat suci Al Quran.
Adapun yang bertindak sebagai Imam Sholat Tarawih adalah Rian Tanjung, SH, yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan merdu. Sementara itu, posisi Bilal Tarawih diisi oleh M. Rizki Ramadhan.