PEKANBARU (RiauInfo) – Pelaksanaan ibadah salat tarawih malam keduabelas Ramadhan 1447 Hijriah di Mesjid Al-Jihad, Jalan Melur, Pekanbaru, berlangsung khidmat dengan kehadiran jemaah pada Minggu (1/3/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Toharuddin, S.IP, S.Pd.I, S.Sos, hadir memberikan santapan rohani bertajuk "Zikir Sebagai Nafas Kehidupan Hati". Beliau menekankan bahwa kondisi hati merupakan penentu utama kualitas jasad dan ibadah seorang hamba di hadapan Allah SWT.
Ustadz Toharuddin menjelaskan bahwa hati adalah bagian vital dari penciptaan manusia yang sering diibaratkan sebagai kemudi. Merujuk pada hadis Rasulullah, beliau mengingatkan bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh urusan manusia tersebut.
Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati
"Hati merupakan penentu jasad dan rukun ibadah manusia. Baiknya hati itu ditentukan sejauh mana ia mengingat Allah melalui zikrullah," ujar Ustadz Toharuddin di hadapan jemaah yang menyimak dengan saksama.
Beliau memaparkan bahwa niat yang lurus hanya karena Allah menjadi kunci utama diterimanya sebuah amal. Hati yang tenang dan tenteram, lanjutnya, adalah cerminan dari kebersihan jiwa yang senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta.
Lebih lanjut, sang ustadz mengibaratkan zikir sebagai konsumsi utama dan nafas kehidupan bagi hati. Tanpa zikir, hati akan mengalami kekeringan spiritual yang berdampak pada perilaku sehari-hari dan memudarnya ketenangan batin.
Zikir Sebagai Bentuk Kesadaran Diri
Ustadz Toharuddin juga memberikan peringatan mengenai bahaya melupakan Allah. Menurutnya, seseorang yang lupa kepada Tuhannya cenderung akan kehilangan jati diri dan melalaikan tanggung jawabnya sebagai hamba maupun mahluk sosial.
"Janganlah engkau lupa kepada Allah, jika tidak ingin lupa kepada dirimu sendiri. Kekuatan zikir adalah mengingat Allah, dan hanya dengan mengingat-Nya lah hati akan menjadi benar-benar tenteram," tambahnya dengan nada yang menyejukkan.
Dalam ceramahnya, beliau membuat perbandingan yang tajam antara orang yang berzikir dan yang tidak. Orang yang rutin berzikir diibaratkan sebagai sosok yang hidup, sementara mereka yang hatinya kosong dari asma Allah diibaratkan seperti mayat yang berjalan.
Implementasi Zikir di Bulan Ramadhan
Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini disebut sebagai bentuk zikir yang hakiki. Melalui puasa, seorang Muslim tidak hanya menahan lapar, tetapi juga melatih kesadaran hati untuk terus merasakan kehadiran Allah dalam setiap helaan nafas.
Ustadz Toharuddin menjelaskan bahwa zikir dapat dilakukan melalui berbagai cara, baik secara lisan, di dalam hati, maupun kombinasi keduanya. Hal ini penting untuk menjaga kesadaran akan tugas dan tanggung jawab sebagai manusia di muka bumi.
Rangkaian ibadah malam tersebut dipandu oleh M. Sabirin selaku pembawa acara (MC). Sebelum memasuki ibadah sholat tarawih, dilaksanakan sesi Fastabiqul Khairat yang dipandu oleh Irham, S.Sy untuk memotivasi jemaah dalam berlomba-lomba dalam kebaikan.
Bertindak sebagai imam sholat tarawih malam itu adalah Irham, S.Sy, yang memimpin jalannya sholat dengan bacaan yang yang jelas dan merdu. Sementara itu, posisi bilal tarawih diamanahkan kepada Fajrul Islami, yang menambah kekhusyukan suasana di Mesjid Al-Jihad hingga akhir rangkaian Sholat Tarawih dan Witir.