Tewasnya Penderita Flu Burung Jadi Berita Utama Hampir Seluruh Harian di Pekanbaru

700 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Tewasnya Yatino (28) pasien suspect flu burung asal Peranap di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru menjadi berita utama hampir seluruh harian terbitan Pekanbaru. Yatino menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 13.15 Wib kemaren. 

Harian Riau Mandiri dalam berita hari ini berjudul “Pasien Flu Burung Asal Inhu Meninggal” menyebutkan bahwa dari hasil pemeriksaan, pasien tersebut 75 persen positif flu burung. Hal ini berdasarkan gejala yang ada serta hasil diagnosa yang telah dilakukan terhadap pasien.

Sedangkan Pekanbaru Pos mengungkapkan sepuluh hari sebelum dirawat di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Yatino diketahui mengkonsumsi ayam yang sudah sekarat. Ayam tersebut diduga telah terjangkit flu burung. Berita ini ditulis dengan judul “Habis Makan Ayam, Tewas”.

Harian [b]Riau Pos[b] hari ini dalam beritanya berjudul “Warga Inhu Diduga Flu Burung Meninggal” selain memberitakan meninggalnya Yatino, juga memaparkan kronologis sejak Yatino menyantap daging ayam sakit itu sampai dia meninggal dunia. Waktu dirawat Yatino sempat meminta ibunya mengaji.

Sementara itu [b]Metro Riau[b] hari ini juga dalam berita utamanya mengenai meninggalnya pasien suspect flu burung di RSUD Arifin Ahmad. Dalam beritanya berjudul “Suspect Flu Burung Meninggal di RSUD” harian ini menyebutkan bahwa Yatino sehari-hari bekerja sebagai karyawan perusahaan perkebunan sawit dan bermukim diperumahan Rigumas.

Tribun Pekanbaru hari ini juga mengangkat tewasnya Yatino sebagai berita utamanya. Dalam beritanya berjudul “Yatino Dibungkus Plastik”, harian ini menyebutkan pernyataan Ketua Pengendalian Flu Burung RSUD Arifin Ahmad yang menyebutkan bahwa penularan via udara flu burung ini bisa dalam radius 1 meter.

Sedangkan harian lainnya, seperti [b]Rakyat Riau[b] hari ini berita utamanya lebih memilih mengangkat pernyataan praktisi hukum LBH Universitas Bhayangkara Jakarta Akhmad Faisal yang minta agar Kapolri mencopot Brigjen Suthiptadi dari Kapolda Riau, karena diduga melakukan penyelewengan dalam melakukan pemberantasan illegal logging di Riau.

Lain halnya dengan [b]Riau Tribune[b], hari ini lebih cenderung memfokuskan perhatiannya pada vonis bebas yang diberikan PN Dumai kepada Yebusie Laia, terdakwa pencabulan. Berita itu dapat dibaca dengan judul “Pencabul Bocah Bebas, Ibu Korban Histeris”.

Bunuh diri yang dilakukan Uul Sri Utami (18) seorang ibu muda warga Desa Pasir Intan, Kecamatn Bangn Purba, Kabupaten Rokanhulu jadi berita utama [b]Pekanbaru Mx[b]. Dalam beritanya berjudul “Ibu Muda Tewas Tergantung”, disebutkan bahwa penyebab ibu muda itu nekad bunuh diri sampai saat ini masih dalam penyelidikan.***

 

Posting Terkait