Agrinas Palma Perkuat Kemitraan Sawit di Boven Digoel

Agrinas Palma Perkuat Kemitraan Sawit di Boven Digoel
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat program kemitraan kelapa sawit di Merauke dan Boven Digoel, Papua Selatan, melalui kunjungan lapangan pada 1–3 September 2026.

BOVEN DIGOEL (RiauInfo) – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat kemitraan pengembangan kelapa sawit di Papua Selatan melalui kunjungan lapangan ke Merauke dan Kabupaten Boven Digoel pada 1–3 September 2026. Program tersebut melibatkan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga sejak tahap awal.

Kunjungan manajemen Agrinas Palma Nusantara menjadi bagian dari upaya membangun pola kemitraan yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan perkebunan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekonomi lokal, memperhatikan perlindungan lingkungan, menghormati masyarakat adat, serta memperkuat tata kelola perusahaan.

Dialog dengan berbagai pemangku kepentingan dilakukan untuk menyerap aspirasi dan memahami kondisi lapangan. Pelibatan masyarakat sejak awal juga menjadi bagian penting agar rencana pengembangan perkebunan memiliki landasan sosial dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Kemitraan Sawit dan Pembangunan Daerah

Bupati Boven Digoel Roni Omba menekankan pentingnya program pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Program pembangunan harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mempercepat pembangunan daerah,” kata Roni Omba.

Pernyataan tersebut menempatkan pengembangan sektor perkebunan dalam konteks pembangunan daerah. Bagi Boven Digoel, program investasi dan kemitraan diharapkan tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan Agrinas Palma berlangsung di tengah upaya memperkuat komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dialog tersebut juga menjadi ruang untuk membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah Papua Selatan.

Kesejahteraan Masyarakat Menjadi Orientasi

Wakil Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Kusdi Sastro Kidjan mengatakan perusahaan tetap membutuhkan keuntungan agar dapat tumbuh dan menjalankan kegiatan secara berkelanjutan. Namun, profit bukan satu-satunya orientasi dalam pengembangan usaha.

“Profit tetap diperlukan agar perusahaan dapat tumbuh dan berkelanjutan. Namun, kesejahteraan masyarakat menjadi orientasi utama perusahaan,” kata Kusdi.

Kusdi menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Salah satu sektor yang dinilai dapat menjadi sarana untuk memberikan manfaat tersebut adalah pengembangan kelapa sawit.

“Kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan sektor kelapa sawit,” katanya.

Pernyataan Kusdi memperlihatkan pendekatan Agrinas Palma yang menempatkan aspek ekonomi masyarakat sebagai bagian dari agenda pengembangan usaha. Kemitraan diharapkan menjadi mekanisme yang mempertemukan kepentingan perusahaan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Libatkan Masyarakat Adat Sejak Awal

Dalam agenda di Boven Digoel, masyarakat adat menjadi salah satu kelompok yang dilibatkan dalam dialog. Pelibatan tersebut penting karena pengembangan perkebunan di Papua Selatan bersinggungan dengan wilayah, kehidupan sosial, dan kepentingan masyarakat setempat.

Selain masyarakat adat, dialog melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga. Komunikasi lintas pemangku kepentingan tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman bersama mengenai rencana dan tahapan pengembangan kemitraan.

Agrinas Palma juga menempatkan aspek legalitas, tata ruang, sosial, dan lingkungan sebagai bagian dari proses pengembangan. Penghormatan terhadap masyarakat adat menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kemitraan sawit yang didorong Agrinas Palma tidak semata-mata berkaitan dengan produksi tandan buah segar atau pengelolaan lahan. Program juga dikaitkan dengan penciptaan nilai ekonomi lokal dan pembangunan yang berkelanjutan.

Papua Selatan Berpotensi Menjadi Wilayah Strategis

Kunjungan ke Merauke dan Boven Digoel pada 1–3 September 2026 menjadi bagian dari proses pematangan rencana Agrinas Palma di Papua Selatan. Kehadiran manajemen di lapangan memungkinkan perusahaan berinteraksi langsung dengan pemerintah dan masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pengembangan.

Papua Selatan memiliki posisi penting dalam agenda pengembangan dan restrukturisasi perkebunan yang dikelola Agrinas Palma. Namun, pelaksanaan program tetap membutuhkan proses perencanaan, pemenuhan aspek legalitas, serta koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, manfaat ekonomi dan sosial menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan program pembangunan. Bagi Agrinas Palma, keberlanjutan perusahaan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, penguatan kemitraan sawit di Boven Digoel tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas perkebunan. Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi lokal, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan Papua Selatan dengan memperhatikan masyarakat adat dan lingkungan.

 

 

Berita Lainnya

Index