BEKASI (RiauInfo) – Primaya Hospital Bekasi Utara memperingati hari jadinya yang ke-7 dengan meluncurkan tiga layanan kesehatan modern, yakni Magnetic Resonance Imaging (MRI), Wellness Center, dan Brain & Neurospine Center, sekaligus memberikan bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama enam bulan bagi 300 pekerja rentan bukan penerima upah di wilayah Bekasi Utara sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Mengusung tema "Together Shaping the Future of Healthcare: Innovation, Compassion, Excellence", peringatan HUT ke-7 menjadi momentum bagi Primaya Hospital Bekasi Utara untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan layanan berbasis teknologi modern serta program perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Utara, drg. Melanie Husna, MARS, FISQua, mengatakan bahwa usia tujuh tahun menjadi momen penting untuk terus bertumbuh bersama masyarakat melalui inovasi layanan kesehatan dan kepedulian sosial.
"Bagi kami, inovasi bukan hanya menghadirkan teknologi terbaru, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, komprehensif, dan berpusat pada pasien," ujar drg. Melanie Husna, MARS, FISQua.
Menurut drg. Melanie Husna, kehadiran layanan MRI, Wellness Center, dan Brain & Neurospine Center dirancang untuk memperkuat pelayanan mulai dari tahap diagnosis, pencegahan, hingga penanganan penyakit secara terpadu. Primaya Hospital Bekasi Utara juga memandang bahwa rumah sakit memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan.
"Di saat yang sama, kami percaya rumah sakit juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, pada momentum ulang tahun ke-7 ini kami juga menghadirkan perlindungan bagi pekerja rentan di sekitar rumah sakit," kata drg. Melanie Husna.
Tiga Layanan Kesehatan Modern
Layanan MRI memperkuat kemampuan diagnostik Primaya Hospital Bekasi Utara melalui teknologi pencitraan beresolusi tinggi. Teknologi tersebut membantu dokter menegakkan diagnosis secara lebih cepat dan akurat sehingga mendukung penanganan pasien secara optimal.
Sementara itu, Wellness Center dikembangkan sebagai pusat layanan promotif dan preventif yang mencakup Medical Check Up (MCU), layanan estetik, layanan kesehatan mental, klinik gizi, serta klinik imunisasi untuk berbagai kelompok usia. Kehadiran fasilitas ini bertujuan mendorong masyarakat menjaga kesehatan sekaligus melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Adapun Brain & Neurospine Center menghadirkan layanan terpadu yang mengintegrasikan kolaborasi dokter spesialis saraf, dokter bedah saraf, dan dokter ortopedi tulang belakang. Setiap pasien memperoleh evaluasi menyeluruh dengan pilihan terapi sesuai kebutuhan, mulai dari pengobatan, rehabilitasi, tindakan minimal invasif, hingga operasi apabila diperlukan.
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk 300 Pekerja Rentan
Selain memperkuat layanan medis, Primaya Hospital Bekasi Utara menjalankan program CSR berupa bantuan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan selama enam bulan bagi 300 pekerja rentan bukan penerima upah di Bekasi Utara.
Program tersebut ditujukan kepada pekerja sektor informal seperti pedagang kaki lima, buruh harian lepas, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, petani, dan nelayan yang memiliki penghasilan terbatas serta belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui bantuan tersebut, para pekerja diharapkan dapat bekerja dengan lebih aman dan produktif karena terlindungi dari risiko kecelakaan kerja.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, Ahmad Fauzan, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Primaya Hospital Bekasi Utara dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal.
"Perlindungan jaminan sosial merupakan hak setiap pekerja, termasuk pekerja informal yang selama ini masih banyak belum terlindungi. Kami mengapresiasi inisiatif Primaya Hospital Bekasi Utara yang memberikan bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 300 pekerja rentan," ujar Ahmad Fauzan.
Ahmad Fauzan menambahkan, kolaborasi antara dunia kesehatan dan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas cakupan perlindungan sosial.
Menutup rangkaian peringatan HUT ke-7, Primaya Hospital Bekasi Utara menegaskan akan terus memperkuat inovasi layanan kesehatan serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan modern sekaligus memperkuat peran Primaya Hospital Group sebagai solusi layanan kesehatan tepercaya di Indonesia.