Kolaborasi dan Sinergi PWI Riau-Sambu Group Perkuat Industri Kelapa

Kolaborasi dan Sinergi PWI Riau-Sambu Group Perkuat Industri Kelapa
PWI Riau dan Sambu Group sepakat memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam penyebarluasan informasi yang akurat mengenai industri kelapa guna mendukung perekonomian daerah dan nasional

PEKANBARU (RiauInfo) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menerima kunjungan silaturahmi jajaran manajemen PT Pulau Sambu atau Sambu Group di Kantor PWI Riau, Rabu (29/07/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan dengan insan pers sekaligus membuka peluang kolaborasi dan sinergi baik publikasi perkembangan industri kelapa di Provinsi Riau maupun kegiatan lainnya. 

Rombongan Sambu Group dipimpin Corporate Communication Manager PT Pulau Sambu, Dwianto Arif W (Arif) , didampingi Head of Public Relations Arief Aria Rachman (Aria) dan Agnes Pinkan. Kehadiran rombongan disambut jajaran pengurus PWI Riau dalam suasana penuh keakraban.

Pengurus PWI Riau yang hadir antara lain Dewan Penasehat Eryanto Hadi dan Said Suhil Ahmad, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Alzamret Malik, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Zulmiron, Wakil Ketua Bidang Kemitraan dan Hubungan Kerja Sama Syarief Dayan, Bendahara Anthony Harry, Wakil Bendahara Luna Agustin, serta Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Abdul Gafur.

Sambu Group Paparkan Tantangan Industri Kelapa

Dalam pertemuan tersebut, Dwianto Arif W - bisa dipanggil Arif, memaparkan perjalanan panjang Sambu Group sebagai salah satu pelopor industri olahan kelapa terpadu di Indonesia. Perusahaan yang berpusat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, akan memasuki usia ke-59 tahun pada Desember 2026 dan bersiap menyongsong enam dekade kiprahnya pada 2027.

"Kami berharap ada kolaborasi yang baik dengan PWI Riau. Saat ini kami terus mengembangkan berbagai produk turunan kelapa. Namun, pemasaran ekspor memang mengalami perlambatan akibat kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Ada perang tarif serta penurunan permintaan dari berbagai negara tujuan ekspor," ujar Arif. 

Menurut Arif, tantangan industri kelapa saat ini tidak hanya dipengaruhi kondisi geopolitik global, tetapi juga meningkatnya biaya operasional. Perubahan jalur pelayaran internasional menyebabkan biaya logistik dan asuransi kapal meningkat, sementara bahan kemasan steril berbasis Tetrapak dan SIG masih bergantung pada impor yang menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, Indonesia dan kawasan Asia Tenggara tengah memasuki musim panen raya kelapa. Namun, melimpahnya produksi belum diimbangi dengan tingginya permintaan pasar internasional. Bahkan sejumlah negara seperti Malaysia dan Thailand menerapkan pembatasan impor untuk melindungi hasil panen petani domestik mereka.

Fokus Hilirisasi dan Penguatan Petani

Menghadapi kondisi tersebut, Sambu Group memilih tetap konsisten menjalankan strategi hilirisasi dengan mengutamakan pengolahan produk turunan bernilai tambah dibandingkan mengekspor kelapa mentah.

"Kami tetap fokus pada produk turunan karena ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Sangat disayangkan apabila kelapa hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa diolah di dalam negeri," tegas Arif. 

Arif menjelaskan sekitar 90 persen kebutuhan bahan baku pabrik dipasok langsung oleh petani rakyat, sedangkan kebun inti perusahaan seluas sekitar 22.000 hektare di Pulau Burung hanya memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan produksi.

Ia menambahkan, dinamika ekonomi global sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 turut memengaruhi permintaan berbagai produk turunan kelapa, seperti Crude Coconut Oil (CNO) dan desiccated coconut atau tepung kelapa. Banyak pembeli internasional menunda pengisian kembali stok dan sementara beralih ke minyak nabati lain yang dinilai lebih kompetitif.

Meski demikian, Sambu Group terus memperkuat rantai pasok lokal dan meningkatkan efisiensi distribusi dari petani ke pabrik agar berbagai produk unggulan, mulai dari santan kemasan, minyak goreng kelapa merek KARA, hingga tepung kelapa untuk kebutuhan industri bakery di Eropa, Amerika Serikat, dan China tetap memiliki daya saing di pasar global.

Perkuat Kolaborasi dan Sinergi

Selain membahas kondisi industri kelapa, kedua belah pihak juga sepakat bahwa kolaborasi dan sinergi antara dunia usaha dengan insan pers memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yanpg akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, berbagai perkembangan sektor industri diharapkan dapat tersampaikan secara luas sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap kontribusi industri kelapa bagi perekonomian daerah dan nasional.

"Kami berharap silaturahmi ini menjadi awal kolaborasi dan sinergi yang berkelanjutan antara Sambu Group dan PWI Riau. Dengan komunikasi yang baik, informasi mengenai perkembangan industri kelapa dapat tersampaikan secara objektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Corcomm Manager Sambu Group, Dwianto Arif W.

PWI Riau Dukung Kolaborasi & Sinergi Berkelanjutan

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua PWI Riau, Syarief Dayan, mengatakan kolaborasi antara PWI Riau dan Sambu Group tidak hanya terbatas pada publikasi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Selain berkolaborasi dalam publikasi, kami berharap terjalin sinergi dalam berbagai kegiatan antara Sambu Group dan PWI Riau. Dengan demikian, setiap perkembangan industri dapat tersosialisasikan secara lebih luas kepada masyarakat sekaligus semakin mempererat hubungan silaturahmi antara PWI Riau dan Sambu Group," ujar Syarief Dayan.

PWI Riau juga menyatakan komitmennya mendukung keberlanjutan industri lokal melalui publikasi yang informatif dan edukatif. Dengan lebih dari 1.700 anggota yang tersebar di berbagai media cetak, elektronik, televisi, radio, dan portal berita daring, PWI Riau siap membangun kolaborasi untuk memperkuat penyebarluasan informasi mengenai perkembangan industri kelapa dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

PWI Riau juga menyambut baik semangat kolaborasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antara organisasi profesi wartawan dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat penyebaran informasi yang kredibel sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri strategis di Provinsi Riau.

 

 

Berita Lainnya

Index