PEKANBARU (RiauInfo) – Sosok anak yatim memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam, bahkan memuliakan mereka menjadi salah satu indikator kemakmuran sebuah masjid sebagaimana dicontohkan pada zaman Rasulullah SAW. Hal ini menjadi intisari ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr.(HC).H. Djamaris Arief, S.Sos dalam rangkaian ibadah tarawih malam kesembilan, 8 Ramadhan 1447 H, di Masjid Al-Jihad, Jalan Melur, Pekanbaru, Kamis (26/2/2026).
- Masjid bukan sekadar tempat sholat, tapi pusat kepedulian sosial. Meneladani zaman Rasulullah, indikator masjid yang makmur adalah sejauh mana masjid tersebut mampu memelihara dan melindungi anak yatim.
- Mendahulukan hak-hak anak yatim di atas kepentingan jemaah lainnya adalah jalan pintas meraih pahala berlimpah. Anak yatim yang dibina masjid terbukti mampu berprestasi (ada yang menjadi Duta Operator Seluler hingga menjadi Paskibraka).
- Kehilangan orang tua adalah kehilangan pelindung dan pendoa utama. Mari sayangi anak yatim sebagaimana kita menyayangi keluarga sendiri.
- Jangan takut miskin karena memberi. Sedekah adalah investasi nyata untuk mendapatkan keberkahan rumah, kesehatan, dan kelaparan rezeki yang tidak terduga.
- Pentingnya menjaga mindset positif dan tidak takut mati. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam menumpuk harta untuk diri sendiri, melainkan dalam kemudahan yang kita berikan untuk orang lain yang membutuhkan.
- Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Jadikan Ramadhan momentum untuk meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial.
Rangkaian ibadah malam kesembilan di Masjid Al-Jihad ini dipandu oleh Anugrah Ilahi selaku pembawa acara (MC). Sedangkan Fastabiqul Khairat dipandu oleh Sugeng Wiyono untuk memotivasi jemaah berlomba-lomba dalam kebaikan dengan sedekah untuk melengkapi kebutuhan malam-malam Ramadhan.
Bertindak sebagai Imam Sholat Tarawih adalah Rian Tanjung, SH, yang memimpin jalannya sholat dengan bacaan yang fasih dan syahdu. Sementara itu, posisi Bilal Tarawih diisi oleh Afdhol Zikri, yang dengan lantang memandu selawat dan doa di sela-sela rakaat sholat.
Kegiatan rutin malam Ramadhan di Masjid Al-Jihad ini terus berjalan dengan tertib. Antusiasme warga Jalan Melur dan sekitarnya terlihat dari saf-saf yang masih terisi penuh, menunjukkan semangat spiritualitas yang tinggi di tengah bulan suci tahun 2026 ini.