Niat Yang Benar Sumber Keberkahan, Pesan Ustadz Mahfudz di Malam Keenam Tarawih Masjid Al-Jihad

Niat Yang Benar Sumber Keberkahan, Pesan Ustadz Mahfudz di Malam Keenam Tarawih Masjid Al-Jihad
Jemaah mendengarkan tausyah Ramadhan sebelum sholat Tarawih

PEKANBARU (RiauInfo) – Kota Pekanbaru terus diselimuti suasana religius pada pelaksanaan salat Tarawih malam keenam, 5 Ramadhan 1447 H, Senin (23/2/2026). Bertempat di Masjid Al-Jihad, Jalan Melur, jamaah tetap antusias berkumpul untuk melaksanakan ibadah sekaligus mendengarkan siraman rohani mengenai pentingnya menjaga niat sebagai kunci utama dalam meraih keberkahan hidup.

Penceramah pada malam tersebut, Ustadz Drs. H. Mahfudz, menekankan bahwa setiap manusia yang hidup di dunia pada dasarnya mendambakan keberkahan. Beliau menjelaskan bahwa berkah bukan sekadar angka atau jumlah, melainkan bertambahnya nilai kebaikan dalam setiap aspek kehidupan yang dimiliki manusia.

"Berkah itu adalah ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan. Ilmu yang banyak, harta yang melimpah, hingga umur yang panjang akan menjadi berkah apabila semuanya digunakan di jalan Allah dan memberikan manfaat bagi sesama," ujar Ustadz Mahfudz di hadapan para jamaah yang memadati ruang utama masjid.

Konsep Keberkahan dalam Islam

Menurut Ustadz Mahfudz, keberkahan merupakan hadiah istimewa dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang mampu menjaga kesucian hati. Beliau menegaskan bahwa titik awal dari segala amal perbuatan manusia adalah niat, di mana segala sesuatu yang dilakukan karena Allah akan berbuah keberkahan yang berkelanjutan.

Sebaliknya, ia memperingatkan bahwa tindakan yang tidak didasari oleh niat baik atau menyimpang dari syariat justru akan mendatangkan musibah. Hidup yang tidak berkah akan terasa hampa dan penuh kegelisahan, meski secara materi terlihat berkecukupan.

Pentingnya Rezeki Halal

Dalam penyampaiannya, Ustadz Mahfudz juga menyoroti pentingnya membedakan antara rezeki yang halal dan haram. Beliau menekankan bahwa rezeki yang masuk ke dalam tubuh akan menjadi darah dan daging, yang nantinya mempengaruhi perilaku dan pola pikir seseorang.

"Kita harus berdoa agar Allah memberikan rezeki yang banyak, halal, dan baik. Darah yang mengalir dari sesuatu yang tidak benar atau haram hanya akan membawa dampak buruk bagi kehidupan dunia maupun akhirat," tambahnya dengan nada tegas namun menyejukkan.

Sebelas Poin Menjaga Niat 

Lebih lanjut, dalam kajian tersebut dipaparkan setidaknya terdapat 11 hal penting untuk menjaga niat dalam kehidupan sehari-hari. Poin pertama adalah niat untuk menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh agama, agar langkah kaki selalu berada dalam lindungan-Nya.

Poin berikutnya adalah niat dalam memenuhi kebutuhan diri sendiri melalui bekerja. Islam memandang bekerja sebagai sebuah kewajiban, karena setiap individu bertanggung jawab untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya secara mandiri.

Ustadz Mahfudz juga menyinggung bahwa Islam sangat membenci perilaku meminta-minta. Oleh karena itu, bekerja dengan niat menghindari ketergantungan pada orang lain merupakan bentuk ibadah yang tinggi nilainya di mata Allah SWT.

Selain itu, niat dalam setiap aktivitas ekonomi atau muamalah hendaknya mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dengan mengikuti teladan Nabi, seorang Muslim dipastikan akan tetap berada pada koridor syariah dalam setiap langkah usahanya.

Poin terakhir yang ditekankan adalah niat menggunakan pendapatan untuk melayani Allah. Hal ini diwujudkan dengan menyisihkan sebagian rezeki yang didapat untuk disedekahkan atau diinfakkan demi kepentingan dakwah dan membantu sesama.

"Jika kita mendapatkan rezeki, segera sisihkan untuk mereka yang membutuhkan. Itulah cara kita 'melayani' Allah melalui hamba-hamba-Nya yang lain, sehingga harta kita menjadi bersih dan semakin bertambah keberkahannya," pungkas Ustadz Mahfudz menutup tausiyahnya.

Rangkaian acara ibadah malam itu dipandu oleh Intan Lestari Rahmadhani selaku pembawa acara. Setelah siraman rohani usai, agenda dilanjutkan dengan program Fastabiqul Khairat yang dipimpin oleh H. Ridwan Selamat guna menggalang semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.

Pelaksanaan salat Tarawih sendiri berlangsung khidmat dengan Imam Irham S.Sy yang memimpin jalannya salat. Sementara itu, Muhammad Sabirin bertugas sebagai Bilal Tarawih yang memandu selawat dan doa di sela-sela rakaat salat hingga selesai.

#ramadhan

Index

Berita Lainnya

Index