PEKANBARU (RiauInfo) - Adanya kecenderungan warga Pekanbaru berbuka puasa dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dijual di Pasar Ramadhan bisa mengancam kesehatan mereka. Sebab makanan dan minuman yang dijual di Pasar Ramadhan itu terkadang masih diragukan kesehatannya.
Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat menimbulkan peradangan pada usus yang kemudian akan menimbulkan penyakit bernama diare. Diare ni muncul dengan ditrandai kotoran menjadi cair serta bertambahnya frekuansi buang air besar dari biasanya.
Terkait hal itu, Kasi Penanggulangan Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Pekanbaru, Naviri menghimbau warga untuk berhati-hati dalam menyantap makanan berbuka puasa. "Penyakit ini memang tidak mematikan, tapi tetap harus dihindari," ujarnya kepada wartawan.
Sebab menurut dia, kalau penyakit ini sudah sangat parah, tetap saja bisa menimbulkan kematian. "Misalnya jika cairan tubuh yang dikeluarkan angat banyak, maka tubuh bisa kekurangan cairan. Kekurangan cairan inilah yang disebut dehidrasi yang bisa mengakibatkan kematian," tambahnya.
Untuk menghindari penyakit ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya perhatikan pola makan dan minum. Misalnya dengan tetap menjaga kebersihan wadah saat makan, termasuk juga tangan. Jangan sampai ada yang kotor, agar makanan yang disantap tetap terjamin kesehatannya.(Ad)Ancaman Diare Mengintai Selama Ramadhan
Kiki
Sabtu, 06 September 2008 - 03:17:12 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Adanya kecenderungan warga Pekanbaru berbuka puasa dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dijual di Pasar Ramadhan bisa mengancam kesehatan mereka. Sebab makanan dan minuman yang dijual di Pasar Ramadhan itu terkadang masih diragukan kesehatannya.
Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat menimbulkan peradangan pada usus yang kemudian akan menimbulkan penyakit bernama diare. Diare ni muncul dengan ditrandai kotoran menjadi cair serta bertambahnya frekuansi buang air besar dari biasanya.
Terkait hal itu, Kasi Penanggulangan Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Pekanbaru, Naviri menghimbau warga untuk berhati-hati dalam menyantap makanan berbuka puasa. "Penyakit ini memang tidak mematikan, tapi tetap harus dihindari," ujarnya kepada wartawan.
Sebab menurut dia, kalau penyakit ini sudah sangat parah, tetap saja bisa menimbulkan kematian. "Misalnya jika cairan tubuh yang dikeluarkan angat banyak, maka tubuh bisa kekurangan cairan. Kekurangan cairan inilah yang disebut dehidrasi yang bisa mengakibatkan kematian," tambahnya.
Untuk menghindari penyakit ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya perhatikan pola makan dan minum. Misalnya dengan tetap menjaga kebersihan wadah saat makan, termasuk juga tangan. Jangan sampai ada yang kotor, agar makanan yang disantap tetap terjamin kesehatannya.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Kesehatan
Panas Ekstrem Tewaskan 540 Ribu Orang per Tahun, WHO: Krisis Iklim Sudah Jadi Darurat Kesehatan
Selasa, 25 November 2025 - 06:26:21 Wib Kesehatan
Eka Hospital Teken MoU dengan Kadin Riau, Sediakan Pemeriksaan Kesehatan untuk Anggota
Rabu, 19 November 2025 - 13:10:36 Wib Kesehatan
Cegah Kanker Sejak Dini, Ketua YKI Riau Ingatkan Pentingnya Deteksi dan Kebiasaan Hidup Sehat
Kamis, 13 November 2025 - 15:25:45 Wib Kesehatan
Kasus Kanker di Riau Meningkat, dr. Muhammad: Pola Hidup Buruk Jadi Pemicu Utama
Kamis, 13 November 2025 - 13:46:06 Wib Kesehatan