Guru-Guru Heran CS Tidak Minta Kami Dukung

DUMAI (RiauInfo) – Chaidir menunjukkan sikap kenegarawanannya sebagai seorang calon pemimpin kepala daerah. Rabu (13/8) malam bertempat di Hotel Patra Dumai, Chaidir mengingatkan masyarakat komunitas guru bantu agar tidak sampai terkotak-kotak dalam menyongsong Pilgubri yang pada akhirnya mencederai dunia akademik itu sendiri. 

Padahal kapasitasnya berdiri di tengah 50-an orang guru bantu adalah sebagai Dewan Pembina Forum Komunikasi Guru Bantu (FKGB) Kota Dumai. Menurut Chaidir, nuansa Pilgubri saat ini memang menggoda siapa saja untuk melakukan pendekatan terhadap calon-calon kepala daerah.

Memang, katanya, hal itu wajar-wajar saja karena konsekwensi dari sebuah demokrasi. Namun hendaknya sebagai seorang pendidik dan intelektual, para guru tdak sampai larut dalan nuansa politik praktis menjelang pilkada.

“Selaku pembina, kalau boleh saya jujur, mungkin saya bukan seorang pembina yang baik. Hal ini disebabkan ternyata saya tidak bisa melakukan komunikasi yang intensif kepada bapak-ibu guru bantu di dumai sekalian. Jika saya pembina yang baik, saya rasa kita tidak perlu bersusah-susah berkumpul di ruangan ini hanya untuk bertanya dengan saya dan menanyakan komitmen saya untuk menyejahterakan guru bantu jika saya terpilih sebagai gubernur pada Pilkada mendatang,” kata mantan Ketua DPRD Riau dua periode ini, mengawali dialog.

“Namun oleh suatu halangan yang sama-sama tidak bisa dielakkan, maka pertemuan ini baru dapat terlaksana sekarang. Saya juga berterima kasih karena sudah sudi mengundang saya,” katanya.

Dilanjutkan, dirinya akan berjiwa besar andai saja guru-guru bantu di Dumai juga melakukan pendekatan komunikasi yang sama dengan kandidat yang lain, meskipun dia sendiri adalah pembina FKGB Dumai.

“Saya hanya mengingatkan kita semua agar jangan terkotak-kotak dalam dunia politik praktis. Lakukanlah dialog tentang masalah yang dihadapi guru bantu dengan semua kandidat, cerna lalu ambil kesimpulan. Selanjutnya putuskan sikap ke mana pilihan hati nurani pribadi mau diarahkan,” katanya.

Chaidir yakin, tentunya para guru bantu sudah punya pilihan dan catatan rapor tersendiri terhadap kinerja ketiga kandidat gubernur selama ini. Dari tiga kandidat, satu di antaranya pasti akan ada yang menang. “Dan tentunya saya tidak keberatan, jika saya yang terpilih menjadi gubernur berkat dukungan yang diberikan guru-guru bantu sekalian,” kata Chaidir disambut gelak tawa guru-guru bantu.

Sementara itu Ketua FKGB Dumai Zul yang juga menjadi moderator dalam dialog itu heran dan bertanya-tanya dengan Chaidir. Kenapa Chaidir tidak langsung meminta dan mengarahkan aspirasi politik para guru bantu di Dumai untuk mendukung CS, padahal Chaidir adalah pembina guru bantu di Dumai.

“Kenapa Bapak tidak meminta kami mendukung CS? Malah Bapak memberikan saran kepada kami untuk berdialog untuk dengan RZ-MM dan Tampan. Sikap demokrat dan berbesar hati bapak itulah, justru membuat kami bangga dengan pembina kami sendiri,” kata Zul.

Menyikapi hal itu, Chaidir mengatakan bahwa FKGB harus mencari format yang tepat tentang bagaimana kesejahteraan dan keadilan guru bantu itu sendiri. Dikatakan Chaidir, Riau memerlukan pemimpin yang peduli dengan keadilan dan kesejahteraan guru bantu.

“Bapak dan Ibu sekalian boleh ragu apakah ragu apakah bintang itu api, Bapak dan Ibu boleh ragu apakah bumi berputar mengelilingi matahari. Akan tetapi Bapak dan Ibu sekalian jangan ragu dengan komitmen Chaidir untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan guru bantu,” kata Chaidir menyitir sepenggal kalimat filsuf Aristoteles.

Sejurus tepuk tangan terdengar membahana memecah keheningan pertemuan. Setelah menemui guru bantu, pada malam itu Chaidir bersilaturahmi dengan seluruh jajaran pengurus Partai Bulan Bintang Kota Dumai.

Setelah itu dia melanjutkan pertemuan dengan puluhan remaja di Jalan Surya. Di sini terjadi kembali tanya jawab yang kritis tentang seputar Chaidir dan Pilgubri. Dengan tenang dan jelas Chaidir menjelaskan komitmennya dalam mengarungi pertarungan Pilgubri yang semakin hari semakin menarik di mata para kawula muda.

Dari Jalan Surya Chaidir meneruskan silaturahmi dengan seratusan Sahabat CS di Kecamatan Bukit Kapur. Pada Kamis (14/8) pagi kemarin Chaidir melakukan sarapan bersama masyarakat di kedai kopi Murni Jalan Sukajadi. Tidak satupun yang menyangka bahwa akan kehadiran calon Gubernur Riau di tempat mereka sehari-hari berkumpul.

Namun kabar kedatangan Chaidir cepat beredar. Tak lama, kedai kopi itu sudah penuh oleh masyarakat untuk menyaksikan dari dekat sosok Chaidir sekaligus bersalaman.

Silaturahmi dilanjutkan dengan ribuan jamaah Masjid Makmur Purnama dalam sebuah kegiatan Milad Wirid Akbar. Setelah itu dilanjutkan mengunjungi Pasar Senggol dan diteruskan dengan menghadiri penutupan perdana Tarekat Naksabandiyah Baitul Haim di Pelintung Dumai.(ad/*)

 

Rizki: