“Nampaknya pemerintah harus mempertimbangkan kembali keputusan itu. Kenaikan TDL memicu masalah baru yakni PHK baru bagi pekerja oleh perusahaan,” kata Anggota Komisi IX DPR RI dari FPKS Drs. Chairul Anwar, Apt siang ini (13/07/10) setelah menghadiri rapat Komisi IX di Gedung DPR.
Politisi PKS asal dapil Riau I ini menambahkan, dengan adanya kenaikan TDL per Juli tahun ini cukup menyulitkan beberapa industri dalam negeri. Adanya kenaikan listrik 10 % pada industri tekstil, elektronik dan barang rumah tangga, menyebabkan banyak industri mengalami penurunan produksi sebesar 10-15 %.
“Kenaikan harga listrik akan berdampak pada tingginya biaya operasional. Untuk menghindari kerugian, banyak perusahaan terpaksa harus melakukan efisiensi dengan melakukan rasionalisasi terhadap karyawan,” ungkap Chairul Anwar.
Dampak lain dari kenaikkan TDL, lanjut Ketua DPP Wilda Sumatera ini, adalah melemahnya daya beli para pekerja karena ikut naiknya harga bahan pokok. Hal ini sangat dirasakan bagi para pekerja yang upahny amasih rendah.
“Sudah dipecat, harga sembako naik pula. Belum lagi upah yang mereka dapatkan masih jauh dibawah nilah KHL (Kebutuhan Hidup Layak),” katanya.
Oleh karena itu, Chairul Anwar meminta kepada Pemerintah untuk mempertimbangkan kembali pemberlakuan kenaikan TDL. Apabila kenaikan TDL tidak bisa ditangguhkan, pemerintah harus memberikan solusi bagi Industri agar dampak buruk dari kenaikan TDL tersebut (PHK dan kenaikan harga-harga bahan pokok) tidak terjadi.
“Pemerintah harus menjamin agar perusahaan tidak melakukan PHK karena meningkatnya biaya operasional perusahaan yang disebabkan naiknya harga TDL,” pungkas Chairul Anwar.(ad/rls)
Memicu PHK, PKS Minta Pemerintah Pertimbangkan Kenaikan TDL
Kiki
Rabu, 14 Juli 2010 - 02:08:27 WIB
JAKARTA (RiauInfo) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menegaskan penolakannya atas kenaikan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) oleh pemerintah. Selain daya beli masyarakat masih rendah, kenaikan harga TDL juga dikhawatirkan memicu Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK oleh perusahaan yang bangkrut. Untuk itu, pemerintah harus mempertimbangkan kembali keputusannya menaikkan harga TDL.
Pilihan Redaksi
IndexPrimaya Hospital Ajak Perempuan Kenali Perimenopause Sejak Dini
PWI Riau Perpanjang Pendaftaran Lomba Raja Ali Kelana hingga 15 Agustus
PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan
Mahasiswa Riau di Arab Saudi Pulang Mengabdi, Layani Dakwah dan Kesehatan Gratis
Astra Ubah Desa Bugisan Jadi Magnet Wisata, UMKM Naik 31%
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Kadin Riau Didorong Bangun Ekosistem Porang Demi Kemandirian Organisasi
Senin, 29 Juni 2026 - 12:23:00 Wib Ekonomi & Bisnis
The Palace Buka Kembali Gerai Mal SKA Pekanbaru, Hadirkan Konsep Belanja Lebih Nyaman
Jumat, 26 Juni 2026 - 11:57:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis