Tubagus mengakui pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengapa kelangkaan minyak selalu terjadi di Indonesia. Padahal kebutuhan ril terhadap distribusi minyak tanah itu sudah dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Karena itu pihaknya akan melakukan penataan terhadap seluruh pangkalan minyak tanah di negeri ini. "Ini sangat penting, dari sini bisa diketahui pangkalan minyak yang nakal dan pangkalan minyak yang betul-betul melayani masyarakat," katanya.
Tubagus mengatakan sangat setuju terhadap pangkalan minyak yang nakal diberi sanksi sesuai UU yang berlaku. Berdasarkan UU nomor 22 tahun 2001 sanksi pelanggarannya sangat berat sekali. Dendanya mencapai Rp60 miliar atau lima tahun penjara. “Kami sangat setuju ini diterapkan agar menimbulkan efek jera," katanya.
Kepala BPH MIGAS: Ironis Riau Kekurangan Minyak Tanah
Kiki
Rabu, 13 Desember 2006 - 09:31:06 WIB
Pekanbaru - Riau sebagai penghasil minyak terbesar di Indonesia, sangat ironis masyarakatnya kesulitan mendapatkan minyak tanah."Ini sangat ironis. Daerah ini sebagai daerah penghasil minyak, masa selalu kekurangan minyak. Ini kan aneh," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono di Pekanbaru, Rabu (13/12) usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal.
Pilihan Redaksi
IndexWalikota Pekanbaru: SIEXPO 2026 Perkuat Industri Sawit dan UMKM
Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Infrastruktur AI Terbesar Asia-Pasifik
Plt Gubernur Riau Buka SIEXPO 2026, Dorong Investasi dan Teknologi Sawit
HUT Ke-7 Primaya Hospital Hadirkan Layanan Modern dan Lindungi 300 Pekerja Rentan
OMODA O4 EV Resmi Dibuka Pemesanannya di GIIAS 2026
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Ditjen Imigrasi Riau Evaluasi Kinerja, Kanim Pekanbaru Raih Penghargaan Pelayanan Publik
Kamis, 30 Juli 2026 - 22:25:00 Wib Umum
Masuri Hadiri Pertemuan Presiden Prabowo dengan Seluruh Ketua KADIN Indonesia
Jumat, 31 Juli 2026 - 22:36:00 Wib Umum
Fun Pingpong Competition Pererat Sinergi SKK Migas, EMP, dan PWI Riau
Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56:00 Wib Umum