“Usahkan wisman yang datang ke Riau, wisman yang datang berwisata ke Indonesia saja turun, dari data yang saya peroleh saat ini jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hanya 3,5 juta orang padahal target yang dicanangkan sebanyak 5,5 juta orang,” katanya kepada Riauinfo, Kamis disela-sela pembukaan pameran khusus koleksi wadah di museum daerah Riau “Sang Nila Utama”.
Menurut Fadlah, persoalan keamanan menjadi hal yang mendasar bagi wisman. Apa yang terjadi sepanjang tahun 2006 ini di Indonesia membawa pencitraan yang buruk di Negara asing. “Buruknya nama Indonesia akan berpengaruh di seluruh provinsi termasuk Riau,” katanya.
Sebab, katanya orang luar negeri itu cuma tahu Indonesia. “Jika Indonesia sudah buruk, secara otomatis Riau akan buruk begitu juga dengan provinsi-provinsi lainnya,” kata mantan Bupati Bengkalis ini lagi.
Ia mengatakan, pemerintah provinsi Riau harus mampu menjelaskan dan meyakinkan kepada pihak luar negeri bahwa Indonesia itu bukan satu pulau jawa saja atau Aceh saja.
“Brand image' ini harus dibangun Riau dari sekarang, sebab jika tidak tetap saja kunjungan wisman ke daerah ini akan menurun,” paparnya.
Sisi lain, Fadlah memastikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan domestik, ke Riau dipastikan naik, karena melihat dari pertumbuhan hotel khususnya di Pekanbaru yang kian hari kian bertambah.
“Pertumbuhan hotel yang cukup banyak saat ini menjadi indikasi pertama. Lihatlah sekarang di Kota Pekanbaru saja sudah bermunculan hotel-hotel berbintang,” imbuhnya lagi.
RTB: Kunjungan Wisman ke Riau Turun
Kiki
Kamis, 14 Desember 2006 - 07:05:45 WIB
Pekanbaru – Jumlah kunjungan wisatawan manca Negara ke Provinsi Riau tahun 2006 ini dipastikan turun, hal ini terkait banyaknya persoalan politik dan musibah bencana yang terjadi di Indonesia, kata Kepala Riau Tourism Board (RTB) H Fadlah Sulaiman.
Pilihan Redaksi
IndexDPR Sahkan UU Reforma Agraria, BRAN Diubah Menjadi LPRA
WN Malaysia Overstay 60 Hari Dideportasi dari Pekanbaru
Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Jarwansyah: Lelaki Yang Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Fikri Fardhian Pimpin Corporate Communication PHR, Kunjungi PWI Riau
Kamis, 17 September 2026 - 09:11:00 Wib Umum
Aza El Munadiyan: Regulasi Penyiaran Harus Beradaptasi dengan Era AI
Rabu, 16 September 2026 - 19:34:32 Wib Umum
Woro Indah Bongkar Tantangan Jurnalisme di Tengah Gempuran AI
Rabu, 16 September 2026 - 19:13:00 Wib Umum