JAKARTA (RiauInfo) – Salim Group mengambil alih seluruh kepemilikan Keppel Data Centres dalam usaha patungan pusat data yang sebelumnya bernama IndoKeppel Data Centres. Setelah transaksi tersebut, perusahaan berganti nama menjadi IndoData Data Center dan sepenuhnya berada di bawah kendali Salim Group.
Akuisisi tersebut memperkuat ekspansi Salim Group ke sektor infrastruktur digital Indonesia. Langkah ini juga menunjukkan semakin strategisnya bisnis data center sebagai bagian dari kebutuhan infrastruktur ekonomi digital.
Transaksi pengambilalihan saham Keppel Data Centres diketahui telah diselesaikan pada Desember 2025. Namun, perubahan kepemilikan dan rebranding IndoData Data Center baru diumumkan kepada publik pada Agustus 2026. Nilai transaksi tidak diungkapkan kepada publik.
Berawal dari Kerja Sama Salim Group dan Keppel
Kemitraan Salim Group dan Keppel untuk mengembangkan pusat data di Indonesia pertama kali diumumkan pada 2018. Proyek tersebut berlokasi di Kota Bogor, Jawa Barat, sekitar 35 kilometer dari Jakarta.
Pada tahap awal, proyek tersebut dikenal sebagai IndoKeppel Data Centre 1 (IKDC 1). Pusat data tersebut semula ditargetkan mulai beroperasi pada 2020, tetapi pelaksanaannya mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19.
Tahap pertama IKDC 1 dengan kapasitas 5 megawatt (MW) akhirnya mulai beroperasi pada 2022. Setelah pengambilalihan Keppel, bisnis tersebut kemudian dilanjutkan dengan identitas baru sebagai IndoData Data Center.
Perubahan tersebut membuat IndoData tidak lagi menjadi perusahaan patungan dengan Keppel. IndoData kini menjadi operator pusat data yang sepenuhnya dimiliki Salim Group.
Kapasitas Listrik hingga 500 MW
IndoData Data Center menyatakan telah mengamankan kapasitas daya hingga 500 MW melalui kontrak dengan PT PLN (Persero). Kapasitas listrik tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan infrastruktur pusat data berskala besar.
IndoData juga menyampaikan visi untuk menjadi mitra infrastruktur digital yang berkelanjutan, andal, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung ekspansi pelanggan sekaligus pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Di tengah perubahan kepemilikan, IndoData melanjutkan ekspansi fasilitas di Bogor. Perusahaan telah menyelesaikan tambahan 6 MW beban teknologi informasi (IT load) untuk salah satu pelanggan hyperscale yang telah menggunakan fasilitas tersebut.
Ronald Setiawan, Managing Director IndoData Data Center, mengatakan tambahan kapasitas tersebut dikembangkan menggunakan konsep built-to-suit, yakni fasilitas yang dibangun secara khusus sesuai kebutuhan pelanggan.
“Ekspansi yang dibangun khusus sesuai kebutuhan (built-to-suit) ini dikembangkan untuk salah satu klien hyperscale kami yang sudah ada, mencerminkan kepercayaan berkelanjutan mereka terhadap kemampuan IndoData dalam menyediakan infrastruktur pusat data yang andal, dapat ditingkatkan skalanya, dan berkinerja tinggi,” ujar Ronald.
Bidik Pertumbuhan Infrastruktur Digital
IndoData Data Center menyatakan fokus pengembangan bisnisnya mencakup infrastruktur untuk perusahaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penyedia layanan cloud, dan pelanggan hyperscale. Kebutuhan dari segmen tersebut mendorong permintaan terhadap pusat data dengan kapasitas listrik dan kemampuan ekspansi yang besar.
“Visi kami adalah menjadi mitra tepercaya untuk infrastruktur digital yang berkelanjutan, andal, dan siap menghadapi masa depan—membantu pelanggan kami melakukan ekspansi dengan cepat sembari mendukung pertumbuhan berkelanjutan ekonomi digital Indonesia. "
Bagi Salim Group, akuisisi tersebut memperluas kendali langsung grup terhadap bisnis pusat data. Salim Group yang dikendalikan Anthoni Salim juga memiliki kepemilikan di PT DCI Indonesia Tbk (DCII), salah satu perusahaan yang bergerak di sektor pusat data Indonesia.
Akuisisi IndoData sekaligus memperlihatkan meningkatnya perhatian investor domestik terhadap pusat data sebagai bagian dari infrastruktur digital. Ketersediaan listrik, konektivitas, serta kemampuan membangun fasilitas berskala besar menjadi faktor penting dalam pengembangan kawasan pusat data.
Dengan kepemilikan penuh tersebut, Salim Group memiliki kendali langsung atas pengembangan IndoData Data Center di Bogor. Perusahaan juga telah memiliki kapasitas daya yang dikontrak hingga 500 MW serta tambahan 6 MW IT load yang telah diselesaikan untuk pelanggan hyperscale.
Perubahan dari IndoKeppel Data Centres menjadi IndoData Data Center menandai babak baru bisnis pusat data hasil kerja sama Salim Group dan Keppel sejak 2018. Setelah transaksi Desember 2025, bisnis tersebut kini memasuki fase pengembangan dengan kepemilikan penuh Salim Group.