Berkaitan penurunan tingkat kebersihan itu, diapun tak segan-segan menegur instansidi bawahnya yang dinilai biang nya. Instansi itu antara lain Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pasar, Dinar Tata Kota, Dinas Kimpraswil dan Dinas Kesehatan.
Herman Abdullah kepada wartawan Selasa (6/2) di Pekanbaru mengatakan Bapedalda Riau telah melakukan penilaian terhadap tingkat kebersihan Pekanbaru. Dari hasil penilaiannya menyebutkan telah terjadi penurunan bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Makanya menurut dia, sejumlah instansi yang terkait dengan kebersihan kota Pekanbaru telah ditegurnya agar ke depan bisa bekerja dengan baik. "Mereka diharapkan lebih memperhatikan masalah kebersihan dan keindahan kota," ungkap dia lagi.
Herman mengatakan pihaknya tidak ingin setiap kepala dinas itu tidak memiliki program untuk meningkatkan kemajuan di lingkungannya. "Makanya saya telah menekankan kepada setiap dinas itu untuk memperbaiki etos kerjanya," tambahnya.
Dia mencontohkan Dinas Pasar tahun ini hanya mengalami kenaikan nilai satu poin. Padahal keberhasilan yang dicapainya bisa lebih dari itu, karena Dinas Pasar telah memiliki unit pelayanan terpadu dinas, petugas kebersihan dan satpam.
"Tapi kenyataannya sekarang ini saya masih melihat banyaknya sampah berserakan di lingkungan pasar. Padahal pasar merupakan tempat orang melakukan serangkatan transaksi jual beli barang," jelasnya lagi.
Kinerja Dinas Kebersihan juga masih mengecewakan. Hal ini karena masih banyaknya sampah-sampah di ruas jalan baik itu protokol, primer dan sekunder. "Kenapa sampah masih berserakkan di sana. Kalau memang anggaran biaya kurang, silahkan saja diajukan," ungkap Herman lagi.(Ad)
Herman Abdullah Tegur Sejumlah Dinas
Kiki
Selasa, 06 Februari 2007 - 07:19:46 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mengaku kecewa terhadap tingkat kebersihan Pekanbaru yang menurun bila dibandingkan tahun lalu. Penurunan tersebut tidak hanya terlihat di pasar-pasar saja, tapi juga di pusat kota dan pemukiman masyarakat.
Pilihan Redaksi
IndexDPR Sahkan UU Reforma Agraria, BRAN Diubah Menjadi LPRA
WN Malaysia Overstay 60 Hari Dideportasi dari Pekanbaru
Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Jarwansyah: Lelaki Yang Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Fikri Fardhian Pimpin Corporate Communication PHR, Kunjungi PWI Riau
Kamis, 17 September 2026 - 09:11:00 Wib Umum
Aza El Munadiyan: Regulasi Penyiaran Harus Beradaptasi dengan Era AI
Rabu, 16 September 2026 - 19:34:32 Wib Umum
Woro Indah Bongkar Tantangan Jurnalisme di Tengah Gempuran AI
Rabu, 16 September 2026 - 19:13:00 Wib Umum