PEKANBARU (Riauinfo) - Jika mengunjungi stan kabupaten Rokanhilir (Rohil) di pameran Riau Expo saat ini, pengunjung akan melihat seekor induk penyu hijau berdiameter 0,5 meter. Habitat sang kura-kura ini di sekitar peraiaran laut pantai Pulau Jemur, kabupaten Rohil. Selain induk ini ada juga beberapa anak penyu yang tergolong satwa langka tersebut di kolam pameran.
Menurut penjaga stan dari dinas perikanan/kelautan Rokanhilir, demi menjaga kelestarain satwa laut ini telah dimulai penangkaran penyu hijau sejak tahun 2003 lalu. Tercatat pada tahun 2000 lalu, hasil penangkaran Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil telah melepas 5000 ekor anak penyu ini di sekitar laut pantai Pulau Jemur.
Dua tahun setelah melihat perkembangannya, pada 2006 dan 2007 ini, masing-masing telah dilepas juga 5000 ekor anak penyu hijau tersebut. Sedang jumlah induknya saat ini sekitar 200 ekor tersebar di perairran Pulau Jemur.
Usia Penyu Hijau mencapai ratusan tahun dengan berat 80 sampai 200 kg. Sedang lebar cangkangnya hingga berdiameter satu meter. Upaya penangkaran dilakukan demi menjaga kelestaraian sang penyu sebagai salah satu daya tarik wisatawan ke Pulau Jemur. "Jika tidak ada penangkaran, berdampak akan merosotnya populasi satwa ini, bahkan bisa punah akibat perburuan liar," terang Nurzaman penjaga stan Dari Dinas Perikanan Rohil. Upaya lain adalah memantau penyu itu dari segala gangguan baik dari para pemburu maupun ancaman alam.
Mencegah terjadinya perburuan penyu, Dinas perikanan dan Kelatuan Rohil melibatkan Angkatan laut berpatroli dengan jadwal tertentu di sepanjang pesisisr pantai Pulau Jemur. Sedang meminimalisir kematian penyu akibat serangan musuh alaminya, pihak penangkaran melepas anak penyu saat cangkang anaknya telah keras pada usia enam bulan.
Induk penyu yang dipajang dalam kolam mini di stan Kabupaten Rohil, Riau Expo saat ini bernama Li Ling Wei, usia 30 tahun dengan berat badan 30 kg dan dimeter lingkaran cangkang badanya 0,5 meter. Saat menjawab nama sang penyu berbau China, penjaga stan dari dinas Perikanan dan Kelautan Rohil menjawab, biasanya nama itu terkait dengan yang menemukan si Kura-kura raksasa tersebut.(Surya)Pulau Jemur dan Penyu Hijau Nan Memukau
Kiki
Selasa, 14 Agustus 2007 - 09:09:50 WIB
PEKANBARU (Riauinfo) - Jika mengunjungi stan kabupaten Rokanhilir (Rohil) di pameran Riau Expo saat ini, pengunjung akan melihat seekor induk penyu hijau berdiameter 0,5 meter. Habitat sang kura-kura ini di sekitar peraiaran laut pantai Pulau Jemur, kabupaten Rohil. Selain induk ini ada juga beberapa anak penyu yang tergolong satwa langka tersebut di kolam pameran.
Menurut penjaga stan dari dinas perikanan/kelautan Rokanhilir, demi menjaga kelestarain satwa laut ini telah dimulai penangkaran penyu hijau sejak tahun 2003 lalu. Tercatat pada tahun 2000 lalu, hasil penangkaran Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil telah melepas 5000 ekor anak penyu ini di sekitar laut pantai Pulau Jemur.
Dua tahun setelah melihat perkembangannya, pada 2006 dan 2007 ini, masing-masing telah dilepas juga 5000 ekor anak penyu hijau tersebut. Sedang jumlah induknya saat ini sekitar 200 ekor tersebar di perairran Pulau Jemur.
Usia Penyu Hijau mencapai ratusan tahun dengan berat 80 sampai 200 kg. Sedang lebar cangkangnya hingga berdiameter satu meter. Upaya penangkaran dilakukan demi menjaga kelestaraian sang penyu sebagai salah satu daya tarik wisatawan ke Pulau Jemur. "Jika tidak ada penangkaran, berdampak akan merosotnya populasi satwa ini, bahkan bisa punah akibat perburuan liar," terang Nurzaman penjaga stan Dari Dinas Perikanan Rohil. Upaya lain adalah memantau penyu itu dari segala gangguan baik dari para pemburu maupun ancaman alam.
Mencegah terjadinya perburuan penyu, Dinas perikanan dan Kelatuan Rohil melibatkan Angkatan laut berpatroli dengan jadwal tertentu di sepanjang pesisisr pantai Pulau Jemur. Sedang meminimalisir kematian penyu akibat serangan musuh alaminya, pihak penangkaran melepas anak penyu saat cangkang anaknya telah keras pada usia enam bulan.
Induk penyu yang dipajang dalam kolam mini di stan Kabupaten Rohil, Riau Expo saat ini bernama Li Ling Wei, usia 30 tahun dengan berat badan 30 kg dan dimeter lingkaran cangkang badanya 0,5 meter. Saat menjawab nama sang penyu berbau China, penjaga stan dari dinas Perikanan dan Kelautan Rohil menjawab, biasanya nama itu terkait dengan yang menemukan si Kura-kura raksasa tersebut.(Surya)Pilihan Redaksi
IndexRahasia UMKM Seroja Kampar Tingkatkan Omzet Jamur Tiram Lewat Pelatihan PHR
SMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Rahasia UMKM Seroja Kampar Tingkatkan Omzet Jamur Tiram Lewat Pelatihan PHR
Senin, 22 Juni 2026 - 11:53:10 Wib Umum
Haji 2026 Dinilai Sukses, DPR Ungkap Masa Tunggu Berkurang dan Layanan Jemaah Meningkat
Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43:00 Wib Umum
SMSI Riau Gelar Workshop Transformasi New Media dan Jurnalisme di Era Kecerdasan Buatan
Selasa, 16 Juni 2026 - 23:54:00 Wib Umum
PWI Riau Gelar Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Tema Pembangunan Energi Berkelanjutan
Senin, 15 Juni 2026 - 15:40:00 Wib Umum