PEKANBARU (RiauInfo) - Seminggu menjelang Ramadhan ini banyak bocah menghabiskan waktunya di kawasan perkuburan, seusai sekolah. Mereka datang ke tempat ini tidak lain mengais rezeki mmbantu penziarah membersihkan kuburan degan imbalan beberapa ribu rupiah untuk sebuah kuburan.
Seperti yang dilakukan Anto (12) siswa kelas 6 salah seorang SD di Senapelan, setiap pulang sekolah dia langsung menuju kuburan tidak jauh dari rumahnya. Bersama belasan teman-temannya dia nongkrong di areal perkuburan itu dengan berbekalkan cangkul dan parang menunggu penziarah datang.
"Sudah empat hari kami melakukan ini, pak," ujar Anto kepada RiauInfo, Minggu (9/9) pagi. Namun untuk hari-hari empat hari sebelumnya, belum begitu banyak penziarah datang ke tempat itu, sehingga rezeki yang dikaisnya masih sedikit. "Ya selama empat hari ini saya baru mendapatkan Rp 25 ribu,' jelasnya.
Menurut dia, hari-hari panen diperkirakan mulai hari Minggu ini hingga sehari menjelang Ramadhan. Sebab mulai hari Minggu jumlah penziarah yang datang d perkuburan tersebut akan semakin ramai, apalagi sehari menjelang Ramadhan.
"Biasanya dua atau tiga hari menjelang Ramadhan kami bisa mendapatkan uang banyak, sampai Rp50 ribu sehari, bahkan lebih," ungkap Johan (13) teman Anto lainnya. Pokoknya, menurut dia semakin dekat Ramadhan, rezeki yang diperolehnya semakin besar.
Buat apa uangnya? Anto menyebutkan sebagian digunakan untuk membeli mercon dan kembang api, dan sebagian disimpan untuk lebaran nanti. Sedangkan Johan menyerahkan sebagian uang hasil keringatnya itu kepada ibunya. "Sedangkan sebagian lagi untuk beli mercon," jelasnya.(Ad)Sejumlah Bocah Mengais Rezeki di Perkuburan
Kiki
Ahad, 09 September 2007 - 00:29:05 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Seminggu menjelang Ramadhan ini banyak bocah menghabiskan waktunya di kawasan perkuburan, seusai sekolah. Mereka datang ke tempat ini tidak lain mengais rezeki mmbantu penziarah membersihkan kuburan degan imbalan beberapa ribu rupiah untuk sebuah kuburan.
Seperti yang dilakukan Anto (12) siswa kelas 6 salah seorang SD di Senapelan, setiap pulang sekolah dia langsung menuju kuburan tidak jauh dari rumahnya. Bersama belasan teman-temannya dia nongkrong di areal perkuburan itu dengan berbekalkan cangkul dan parang menunggu penziarah datang.
"Sudah empat hari kami melakukan ini, pak," ujar Anto kepada RiauInfo, Minggu (9/9) pagi. Namun untuk hari-hari empat hari sebelumnya, belum begitu banyak penziarah datang ke tempat itu, sehingga rezeki yang dikaisnya masih sedikit. "Ya selama empat hari ini saya baru mendapatkan Rp 25 ribu,' jelasnya.
Menurut dia, hari-hari panen diperkirakan mulai hari Minggu ini hingga sehari menjelang Ramadhan. Sebab mulai hari Minggu jumlah penziarah yang datang d perkuburan tersebut akan semakin ramai, apalagi sehari menjelang Ramadhan.
"Biasanya dua atau tiga hari menjelang Ramadhan kami bisa mendapatkan uang banyak, sampai Rp50 ribu sehari, bahkan lebih," ungkap Johan (13) teman Anto lainnya. Pokoknya, menurut dia semakin dekat Ramadhan, rezeki yang diperolehnya semakin besar.
Buat apa uangnya? Anto menyebutkan sebagian digunakan untuk membeli mercon dan kembang api, dan sebagian disimpan untuk lebaran nanti. Sedangkan Johan menyerahkan sebagian uang hasil keringatnya itu kepada ibunya. "Sedangkan sebagian lagi untuk beli mercon," jelasnya.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexHUT RI ke-81 di Kedungsari Meriah Bertabur Hadiah, Pemuda RW 02 Jadi Penggerak Kegiatan
Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Imigrasi Pekanbaru
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Teras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
HUT RI ke-81 di Kedungsari Meriah Bertabur Hadiah, Pemuda RW 02 Jadi Penggerak Kegiatan
Ahad, 23 Agustus 2026 - 10:16:00 Wib Umum
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Senin, 17 Agustus 2026 - 20:32:00 Wib Umum
Teras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31:00 Wib Umum