PEKANBARU (RiauInfo): Kebakaran hutan dan lahan kembali landa wilayah Riau. Kali ini kebakaran menimpa lahan perkebunan milik warga Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Luas lahan yang terbakar mencapai 600 hektar lebih.
Informasi yang diperoleh RiauInfo Senin (9/2) diketahui kebun warga yang terbakar itu antara lain kebun sawit, kebun karet dan kebun palawija yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. Api yang memusnahkan kebun itu membuat masyarakat jadi kehilangan mata pencariannya.
Sekretaris Desa Sepahat, Muhammad Ali (48) ketika dihubungi mengatakan api mulai menyala pada Sabtu malam. Belum dapat dipastikan dari mana asal api tersebut. Namun yang jelas korban api yang memusnahkan lahan perkebunan itu begitu cepat menjalar dan mengerikan sekali.
"Malam itu warga sudah berusaha keras melakukan pemadaman api secara gotong royong, namun karena peralatan yang digunakan seadanya saja, api bukannya mengecil malah semakin membesar dan terus melahap lahan-lahan perkebunan yang ada," ungkap Ali.
Keesokan harinya upaya pemadaman api dibantu oleh regu pemadaman dari Dinas Kehutanan Riau. Namun karena api sudah sedemikian besarnya, upaya pemadaman yang dilakukan tetap tidak memberikan hasil. Tim pemadam juga tidak bisa leluasi memadamkan api karena asap begitu tebalnya.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Dinas Pehutanan Riau Said Nurjana mengaku timnya kesulitan memadamkan api. "Asapnya luar biasa banyaknya sehingga kiami tidak bisa konsentrasi melihat medan. Seluruh lokasi ditutupi asap tebal," ungkapnya.
Hambatan lainnya adalah peralatan yang digunakan tim seadanya saja. Selain itu tiupan angin kencang dan cuaca panas memuat api sangat mudah menjalar kemana-mana. "Akibatnya tim kami kewalahan dalam menghadapi bencana kebakaran ini," tambah dia lagi.(ad)Kebakaran Hutan dan Lahan Kembali Landa Riau
Kiki
Senin, 09 Februari 2009 - 11:19:57 WIB
PEKANBARU (RiauInfo): Kebakaran hutan dan lahan kembali landa wilayah Riau. Kali ini kebakaran menimpa lahan perkebunan milik warga Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Luas lahan yang terbakar mencapai 600 hektar lebih.
Informasi yang diperoleh RiauInfo Senin (9/2) diketahui kebun warga yang terbakar itu antara lain kebun sawit, kebun karet dan kebun palawija yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. Api yang memusnahkan kebun itu membuat masyarakat jadi kehilangan mata pencariannya.
Sekretaris Desa Sepahat, Muhammad Ali (48) ketika dihubungi mengatakan api mulai menyala pada Sabtu malam. Belum dapat dipastikan dari mana asal api tersebut. Namun yang jelas korban api yang memusnahkan lahan perkebunan itu begitu cepat menjalar dan mengerikan sekali.
"Malam itu warga sudah berusaha keras melakukan pemadaman api secara gotong royong, namun karena peralatan yang digunakan seadanya saja, api bukannya mengecil malah semakin membesar dan terus melahap lahan-lahan perkebunan yang ada," ungkap Ali.
Keesokan harinya upaya pemadaman api dibantu oleh regu pemadaman dari Dinas Kehutanan Riau. Namun karena api sudah sedemikian besarnya, upaya pemadaman yang dilakukan tetap tidak memberikan hasil. Tim pemadam juga tidak bisa leluasi memadamkan api karena asap begitu tebalnya.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Dinas Pehutanan Riau Said Nurjana mengaku timnya kesulitan memadamkan api. "Asapnya luar biasa banyaknya sehingga kiami tidak bisa konsentrasi melihat medan. Seluruh lokasi ditutupi asap tebal," ungkapnya.
Hambatan lainnya adalah peralatan yang digunakan tim seadanya saja. Selain itu tiupan angin kencang dan cuaca panas memuat api sangat mudah menjalar kemana-mana. "Akibatnya tim kami kewalahan dalam menghadapi bencana kebakaran ini," tambah dia lagi.(ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Kamis 27 November 2025: Waspada Potensi Hujan di Tengah Bencana Provinsi Tetangga
Rabu, 26 November 2025 - 20:00:11 Wib Lingkungan
Hari ini Langit Cerah, Potensi Hujan Ringan, dan Suasana Kota yang Dinamis
Kamis, 26 Juni 2025 - 13:49:45 Wib Lingkungan
Raih CSR Award Bengkalis, PHR Dinilai Sukses Jaga Ekosistem dan Antisipasi Konflik Gajah-Manusia
Kamis, 09 November 2023 - 16:53:57 Wib Lingkungan
Jumat, PWI Riau-KLHK Gelar "Ngobrol Pintar" Bahas Masalah Perhutanan Sosial
Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:46:26 Wib Lingkungan