PEKANBARU (RiauInfo) - Menanggapi terus berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan di Riau, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit mengintruksikan seluruh bupati/walikota seluruh Riau untuk segera bertindak jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. "Jangan menunggu api membesar dulu baru bertindak," ungkapnya.
Selain itu, dia juga minta agar lahan-lahan yang terbakar itu didata apakah lahan milik masyarakat, lahan terlantar atau lahan eks Hak Pengelolaan Hutan (HPH). Ini perlu dilakukan untuk mencari solusi apakah lahan itu akan dijadikan lahan perkebunan atau akan dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
Dia mengatakan, upaya menghentikan Karhutla secara konkrit mutlak dilakukan sebab dari pengamatan yang dilakukan selama ini lahan-lahan yang terbakar itu kebanyakan lahan yang itu-itu juga. Lahan itu adalah lahan kosong yang tidak ada masyarakat menjaganya.
Jadi saat lahan itu terbakar, tidak ada satupun warga yang mau memadamkan api karena mereka merasa tidak punya kepentingan pada lahan tersebut. "Akibatnya kebakaran itu semakin meluas dan kabut asappun muncul dimana-mana," ujarnya.
Makanya, menurut Mambang Mit, sudah saatnya masalah kebakaran hutan dan lahan ini mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, termasuk seluruh kepada daerah di Riau. "Mulai sekarang kita harus memikirkan bagaimana mencari solusi dari masalah ini," tambah dia lagi.(ad)KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Lahan Pertamina di Dumai Ikut Terbakar
Kiki
Ahad, 15 Februari 2009 - 06:27:53 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Menanggapi terus berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan di Riau, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit mengintruksikan seluruh bupati/walikota seluruh Riau untuk segera bertindak jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. "Jangan menunggu api membesar dulu baru bertindak," ungkapnya.
Selain itu, dia juga minta agar lahan-lahan yang terbakar itu didata apakah lahan milik masyarakat, lahan terlantar atau lahan eks Hak Pengelolaan Hutan (HPH). Ini perlu dilakukan untuk mencari solusi apakah lahan itu akan dijadikan lahan perkebunan atau akan dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
Dia mengatakan, upaya menghentikan Karhutla secara konkrit mutlak dilakukan sebab dari pengamatan yang dilakukan selama ini lahan-lahan yang terbakar itu kebanyakan lahan yang itu-itu juga. Lahan itu adalah lahan kosong yang tidak ada masyarakat menjaganya.
Jadi saat lahan itu terbakar, tidak ada satupun warga yang mau memadamkan api karena mereka merasa tidak punya kepentingan pada lahan tersebut. "Akibatnya kebakaran itu semakin meluas dan kabut asappun muncul dimana-mana," ujarnya.
Makanya, menurut Mambang Mit, sudah saatnya masalah kebakaran hutan dan lahan ini mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, termasuk seluruh kepada daerah di Riau. "Mulai sekarang kita harus memikirkan bagaimana mencari solusi dari masalah ini," tambah dia lagi.(ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Kamis 27 November 2025: Waspada Potensi Hujan di Tengah Bencana Provinsi Tetangga
Rabu, 26 November 2025 - 20:00:11 Wib Lingkungan
Hari ini Langit Cerah, Potensi Hujan Ringan, dan Suasana Kota yang Dinamis
Kamis, 26 Juni 2025 - 13:49:45 Wib Lingkungan
Raih CSR Award Bengkalis, PHR Dinilai Sukses Jaga Ekosistem dan Antisipasi Konflik Gajah-Manusia
Kamis, 09 November 2023 - 16:53:57 Wib Lingkungan
Jumat, PWI Riau-KLHK Gelar "Ngobrol Pintar" Bahas Masalah Perhutanan Sosial
Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:46:26 Wib Lingkungan