PEKANBARU (RiauInfo) - Penggunaan tali kapal sebagai polisi tidur makin marak di Pekanbaru. Hal ini tidak hanya ditemukan di jalan-jalan lingkungan saja, tapi jalan lintas juga banyak ditemukan, sehingga diyakini bisa menimbulkan kerawanan lalu lintas.
Seperti yang terlihat di Jalan Bambu Kuning, Pekanbaru, polisi tidur dari tali kapal itu dipasang masyarakat setempat di 5 tempat yang berdekatan dengan jarak sekitar 50 meter diantaranya. Ironisnya ukuran tali kapalnya sangat besar, sehinga sulit dilalui kendaraan.
Hal yang sama juga ditemuka di Jalan Trikora, dan beberapa jalan di sekitar kampus lama Universitas Islam Riau (UIS) Suska. Para pengendara sudah lama mengeluhkan keberadaan tali kapal ini, namun sama sekali tidak ada reaksinya dari pemerintah kota.
"Saya hampir terjungkal saat melewati tali kapal yang dipasang di Jalan Bambu Kuning. Sebab tali kapalnya sangat besar dan dipasang di dekat tikungan jalan," ungkap Ahmad Safeii (39) salah seorang pengendara yang mengaku setiap hari melewati Jalan Bambu Kuning.
Dia mengatakan jika sempat terjungkal dan cedera, dirinya akan menuntut warga yang memasang tali kapal itu ke pengadilan. "Saya pasti akan menuntut mereka kalau sempat cedera akibat tali kapal itu," tambahnya dengan emosi.
Darwizar (48) pengendara lainnya berharap Pemko Pekanbaru mau turun tangan dalam menangani maraknya penggunaan tali kapal ini sebagai polisi tidur. Keberadaan tali kapal itu sangat meresahkan para pengendara, sebab menimbulkan ketidaknyaman.
"Pemko Pekanbaru harus bertindak terhadap warga yang memasang tali kapal itu, jangan seenak-enaknya memasangnya walau dilingkungan mereka. Itu kan jalan umum dan dibangun dengan pajak dari kendaraan, jadi jangan seenaknya pasang polisi tidur," ujarnya.(ad)Penggunaan Tali Kapal Sebagai Polisi Tidur Makin Marak di Pekanbaru
Kiki
Rabu, 27 Mei 2009 - 05:12:29 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Penggunaan tali kapal sebagai polisi tidur makin marak di Pekanbaru. Hal ini tidak hanya ditemukan di jalan-jalan lingkungan saja, tapi jalan lintas juga banyak ditemukan, sehingga diyakini bisa menimbulkan kerawanan lalu lintas.
Seperti yang terlihat di Jalan Bambu Kuning, Pekanbaru, polisi tidur dari tali kapal itu dipasang masyarakat setempat di 5 tempat yang berdekatan dengan jarak sekitar 50 meter diantaranya. Ironisnya ukuran tali kapalnya sangat besar, sehinga sulit dilalui kendaraan.
Hal yang sama juga ditemuka di Jalan Trikora, dan beberapa jalan di sekitar kampus lama Universitas Islam Riau (UIS) Suska. Para pengendara sudah lama mengeluhkan keberadaan tali kapal ini, namun sama sekali tidak ada reaksinya dari pemerintah kota.
"Saya hampir terjungkal saat melewati tali kapal yang dipasang di Jalan Bambu Kuning. Sebab tali kapalnya sangat besar dan dipasang di dekat tikungan jalan," ungkap Ahmad Safeii (39) salah seorang pengendara yang mengaku setiap hari melewati Jalan Bambu Kuning.
Dia mengatakan jika sempat terjungkal dan cedera, dirinya akan menuntut warga yang memasang tali kapal itu ke pengadilan. "Saya pasti akan menuntut mereka kalau sempat cedera akibat tali kapal itu," tambahnya dengan emosi.
Darwizar (48) pengendara lainnya berharap Pemko Pekanbaru mau turun tangan dalam menangani maraknya penggunaan tali kapal ini sebagai polisi tidur. Keberadaan tali kapal itu sangat meresahkan para pengendara, sebab menimbulkan ketidaknyaman.
"Pemko Pekanbaru harus bertindak terhadap warga yang memasang tali kapal itu, jangan seenak-enaknya memasangnya walau dilingkungan mereka. Itu kan jalan umum dan dibangun dengan pajak dari kendaraan, jadi jangan seenaknya pasang polisi tidur," ujarnya.(ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Kamis 27 November 2025: Waspada Potensi Hujan di Tengah Bencana Provinsi Tetangga
Rabu, 26 November 2025 - 20:00:11 Wib Lingkungan
Hari ini Langit Cerah, Potensi Hujan Ringan, dan Suasana Kota yang Dinamis
Kamis, 26 Juni 2025 - 13:49:45 Wib Lingkungan
Raih CSR Award Bengkalis, PHR Dinilai Sukses Jaga Ekosistem dan Antisipasi Konflik Gajah-Manusia
Kamis, 09 November 2023 - 16:53:57 Wib Lingkungan
Jumat, PWI Riau-KLHK Gelar "Ngobrol Pintar" Bahas Masalah Perhutanan Sosial
Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:46:26 Wib Lingkungan