PEKANBARU (RiauInfo) - Sejak PLN meningkatkan durasi pemadaman listrik dari dua jam menjadi tiga jam, lampu energi yang dijual di toko-toko elektronika diserbu oleh warga Pekanbaru. Mereka membutuhkan lamu ini karena waktu nyalanya lumayan lama dan aman digunakan.
Warto (37) salah seorang warga Jalan Proyek Baru, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh kepada RiauInfo, Minggu (28/6) mengatakan saat durasi pemadaman listrik masih 2 jam, dia masih mengandalkan lilin sebagai penerangan saat listrik mati.
Tapi sejak listrik padam tiga jam, lilin tidak bisa dihandalkan lagi untuk penerangan, karena tidak bisa bertahan sampai 3 jam. "Makanya sekarang saya menggunakan lampu energi yang bisa menyala sampai 6 jam," ungkap ayah dari tiga orang anak ini.
Dia menyebutkan di rumahnya kini terdapat 3 buah lampu energi yang dibelinya di toko dengan harga masing-masing Rp75 rbu/buah. Lampu itu terus ditempelkannya dicolokan listrik, dan setiap listrik lampu secara otomatis nyala.
Hal yang sama juga diungkapkan Rustam, warga Jalan Sidoarjo, Pekanbaru. Dia mengatakan sejak memiliki lampu energi, tidak perlu lagi harus menggunakan lilin. "Saya menggunakan lampu emergensi ini sejak pemadaman diambah waktunya menjadi tiga jam," tambahnya lagi.(ad)Durasi Pemadaman Listrik bertambah, Lampu Emergensi Jadi Pilihan warga
Kiki
Ahad, 28 Juni 2009 - 13:06:05 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Sejak PLN meningkatkan durasi pemadaman listrik dari dua jam menjadi tiga jam, lampu energi yang dijual di toko-toko elektronika diserbu oleh warga Pekanbaru. Mereka membutuhkan lamu ini karena waktu nyalanya lumayan lama dan aman digunakan.
Warto (37) salah seorang warga Jalan Proyek Baru, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh kepada RiauInfo, Minggu (28/6) mengatakan saat durasi pemadaman listrik masih 2 jam, dia masih mengandalkan lilin sebagai penerangan saat listrik mati.
Tapi sejak listrik padam tiga jam, lilin tidak bisa dihandalkan lagi untuk penerangan, karena tidak bisa bertahan sampai 3 jam. "Makanya sekarang saya menggunakan lampu energi yang bisa menyala sampai 6 jam," ungkap ayah dari tiga orang anak ini.
Dia menyebutkan di rumahnya kini terdapat 3 buah lampu energi yang dibelinya di toko dengan harga masing-masing Rp75 rbu/buah. Lampu itu terus ditempelkannya dicolokan listrik, dan setiap listrik lampu secara otomatis nyala.
Hal yang sama juga diungkapkan Rustam, warga Jalan Sidoarjo, Pekanbaru. Dia mengatakan sejak memiliki lampu energi, tidak perlu lagi harus menggunakan lilin. "Saya menggunakan lampu emergensi ini sejak pemadaman diambah waktunya menjadi tiga jam," tambahnya lagi.(ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Kamis 27 November 2025: Waspada Potensi Hujan di Tengah Bencana Provinsi Tetangga
Rabu, 26 November 2025 - 20:00:11 Wib Lingkungan
Hari ini Langit Cerah, Potensi Hujan Ringan, dan Suasana Kota yang Dinamis
Kamis, 26 Juni 2025 - 13:49:45 Wib Lingkungan
Raih CSR Award Bengkalis, PHR Dinilai Sukses Jaga Ekosistem dan Antisipasi Konflik Gajah-Manusia
Kamis, 09 November 2023 - 16:53:57 Wib Lingkungan
Jumat, PWI Riau-KLHK Gelar "Ngobrol Pintar" Bahas Masalah Perhutanan Sosial
Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:46:26 Wib Lingkungan