Warga yang berhasil dihubungi RiauInfo, Jumat (2/10/09) ini mengaku, dari beberapa tayangan media massa terlihat proses evakuasi korban gempa terkonsentrasi di salah satu hotel kota Padang. Sehingga, daerah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang-Pariaman terabaikan sejak terjadinya gempa.
"Sangat banyak rumah yang berada di pesisir pantai dekat Bandara Internasional Minangkabau itu yang atapnya saja sampai ke tanah. Rata dengan tanah. Selain itu, daerah perbukitan seperti dekat daerah Tandikat, Sicincin dan daerah pesisir lainnya juga masih banyak diperkirakan korban tertimbun bangunan dan longsor. Kami harap sejumlah alat berat berada di lokasi yang tertimbun tersebut,"ugkap K.Iskandar Bsc melalaui telepon seluler kepada RiauInfo.
Menurutnya, akses jalan dari Padang menuju Pariaman masih berada dalam keadan layak untuk dilalui. Sehingga bantuan berupa alat berat akan bisa melewati jalur umum. Keluhan serupa juga dirasakan oleh warga Kota yang sering disingkat dengan Kota Paris (Pariaman Sekitarnya-red) itu.
"Sejak awal kejadian, hanya Kota Padang yang kita lihat di televisi. Untung saja beberapa saat setelah gempa, ada pihak keluarga yang menghubungi keluarga kita di Pekanbaru dan menyatakan semua anggota keluarga kami sehat-sehat saja. Sehingga kami tidak ikut untuk pulang kampung. Hubungan komunikasi terganggu selama dua hari sejak kejadian. Namun pada Jumat dini hari tadi sempat lagi nyambung dengan keluarga di kampung,"ungkap Yadi yang ada keluarganya di Pariaman.(Surya)
Warga Pariaman Keluhkan Lambannya Bantuan Evakuasi
Kiki
Jumat, 02 Oktober 2009 - 13:25:35 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Sejumlah warga Kota Pariaman dan Kabupaten Padang-Pariaman menyesalkan minimnya bantuan proses evakuasi terhadap korban gempa 7,6 SR yang melanda di daerah mereka Rabu silam. Mereka menilai, daerah Kota Sala Lauak itu lebih banyak menjadi korban gempa dibanding daerah Kota Padang, karena daerah mereka merupakan wilayah terdekat pusat gempa.
Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukrim
Tak Penuhi Tenggat Waktu, PLTU Batubara Batang Melanggar Hukum Jika Diteruskan
Rabu, 08 Oktober 2014 - 08:14:01 Wib Hukrim