Dalam rilis yang diterima RiauInfo lewat email menyebutkan laporan berjudul “APP: 30 Tahun Merusak Hutan” diluncurkan di Beijing kemarin, juga menyediakan hasil tes terhadap produk kertas APP di China, yang menunjukkan bahwa kertas itu mengandung serat yang berasal dari hutan alam tropis di Indonesia .
Pada Oktober 2009, Greenpeace China menunjuk Intergrated Paper Services Inc (IPS) untuk melakukan tes laboratorium guna menganalisa serat pada lima tipe sampel kertas. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga dari lima jenis kertas itu mengandung pulp tropis campuran yang berasal dari hutan alam.
Greenpeace memperkirakan bahwa proses produksi setiap ton pulp APP ( Indonesia ) pada 2007 menghasilkan emisi hingga 5,1 ton CO2 akibat perusakan hutan alam dan memperkirakan 29 ton CO2 berasal dari perusakan hutan di lahan gambut yang kaya karbon. Pada 2007, tujuh perusahaan APP ( China ) mengimpor 309.000 ton pulp dari Indonesia untuk memproduksi 4,39 juta ton produk kertas.
Laporan Greenpeace mengenai harga yang harus dibayar akibat operasi bisnis APP China, dalam hubungannya dengan perusakan hutan dan dampak iklim, memperkuat reputasi Sinar Mas Grup sebagai penjahat hutan dan iklim.
Pekan lalu Greenpeace meluncurkan laporan “Kegiatan Perusakan Hutan Ilegal dan RSPO Greenwash” yang menunjukkan bagaimana operasi perusahaan ini di Kalimantan melangar hukum dan juga melanggar beberapa prinsip Perkumpulan Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dimana Sinar Mas menjadi anggotanya dengan cara membabat hutan dan mengeringkan serta mengkonversi lahan gambut dalam tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang menyeluruh serta izin yang benar.
Sinar Mas adalah produsen terbesar minyak kelapa sawit, menyuplai perusahaan multinasional seperti Nestle, Kraft dan Procter&Gamble. Sinar Mas juga telah dikenal dalam keterlibatannya membabat hutan ilegal melalui perusahaan subsider mereka Asia Pulp and Paper (APP). Sebagai hasil dari laporan ini, Unilever –pembeli terbesar minyak kelapa sawit di dunia- telah menghentikan segala pembelian minyak kelapa sawit dari Sinar Mas.(rls)
Greenpeace Luncurkan Lagi Bukti Lain Kejahatan Hutan Sinar Mas Grup
Kiki
Selasa, 19 Desember 2006 - 07:21:05 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Greenpeace hari ini meluncurkan bukti baru kejahatan hutan dan iklim oleh Sinar Mas Grup dan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak. Laporan Greenpeace terbaru menunjukkan bahwa Asia Pulp & Paper (APP), milik Sinar Mas, bertanggung jawab terhadap perusakan hutan besar-besaran di Indonesia 30 tahun terakhir.
Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Indosat Resmi Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Ini Daftar Peraih Mobil Listrik BYD hingga Samsung S25
Jumat, 16 Januari 2026 - 05:44:27 Wib Umum
Bernostalgia Masa Jadi Wartawan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Terima Pengurus PWI Pusat dan Diundang ke HPN 2026
Rabu, 14 Januari 2026 - 05:08:00 Wib Umum
Bambang Pacul Puji Wartawan di Hadapan PWI: Pencerah Dunia Ketiga Setelah Matahari dan Rembulan
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:13:00 Wib Umum
Hasil Evaluasi Pelayanan Publik 2025: Pemprov Riau Sabet Predikat A-, Pelalawan Masih Perlu Berbenah di Posisi B-
Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:48:00 Wib Umum