Dirut RAL, Teguh Triyanto mengatakan, pihaknya menyambut baik putusan KKPU tersebut. "Memang pada dasarkan RAL menghindari upaya-upaya melakukan praktek yang merugikan konsumen atau pengguna jasa penerbangan," ungkap dia menanggapi keputusan KKPU tersebut.
Sejalan dengan perkembangan bisnis penerbangan, menurut Teguh, RAL menggunakan strategi penutunan biaya operasional serendah mungkin. Yakni dengan melakukan efisiensi biaya semua lini. Namun tetap menerapkan prinsip keterbukaan dan keselamatan penerbangan.
Teguh sendiri mengaku sudah menduga apa hasil putusan sidang KKPU hingga larut malam itu. "Kita sudah menduga keputusan itu, sebab dalam menjalankan usahanya, RAL selalu berpegang pada prinsip keterbukaan, karena maskapai ini milik masyarakat Sumatera," jelasnya.
Dalam putusan KKPU yang dibacakan Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraini itu menghukum sembilan maskapai untuk membayar denda dan ganti rugi senilai total Rp700 miliar. Hukuman dijatuhkan setelah terbukti melakukan kartel penetapan harga fuel surchange dari 2006 hingga 2009.(ad)
Riau Airlines Tak Terlibat Kartel Fuel Surcharge
Kiki
Jumat, 07 Mei 2010 - 06:36:02 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Maskapai penerbangan milik Pemprov Riau, Riau Airlines (RAL) dinyatakan tidak terlibat dari praktek kartel biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge). Hal ini merupakan putusan sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta.
Pilihan Redaksi
IndexEMP dan SKK Migas Bahas Sinergi Media serta Target Produksi 2030
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Pangkat Naik Jadi Jenderal
IKA USU Riau Dilantik, Syahroni Targetkan Organisasi Mandiri
Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Perkuat Strategi AI
PT Riau Cargo Samudra Rayakan Milad ke-6, Perkuat Bisnis Logistik
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukrim
Mahfud MD Tolak Ajakan Denny Indrayana Gugat Syarat Pendidikan Gibran
Selasa, 29 September 2026 - 11:33:00 Wib Hukrim
WN Malaysia Overstay 60 Hari Dideportasi dari Pekanbaru
Selasa, 22 September 2026 - 11:26:09 Wib Hukrim
KPK Tetapkan Bupati Kuansing, Sekda, dan Direktur PT MIS sebagai Tersangka Suap Jabatan
Rabu, 01 Juli 2026 - 19:17:00 Wib Hukrim