Abbas Jamil: Ingatkan Saya Dimasa Perjuangan

PEKANBARU (RiauInfo)-Hari Kebangkitan Nasional yang tepatnya jatuh, Minggu (20/5) lalu, mengingatkan dirinya akan perjuangan dimasa 99 tahun yang lalu (1908). Pada masa itu, sekelompok kaum muda yang cerdas dan peduli terhadap nasib bangsa mendirikan Boedi Oetomo. Dimana pada perkumpulan itu dimotori Dr Wahidin Soedirohoesodo, Dr Goenawan dan Soewardi Soerjoningrat ini, kelak menjadi inspirasi bangkitnya kesadaran tentang arti pentingnya persatuan dan kesatuan untuk melawan penjajahan. 

“Bagi saya, setiap memperingati Harkitnas. Mengembalikan diri saya pada masa perjuangan dulu. Pada masa itu, kami ihklas berjuang dan rela berkorban segala jiwa dan raga kami. Diantara pusara-pusara ini yang bertebaran tidak sedikit teman-teman saya,” Ungkap Anggota Paripurna Legiun Veteran RI, Abbas Jamil kepada wartawan di Taman Makam Pahlawan, Senin (21/5).

Menurut Anggota Paripurna LVRI, di Tamam Makam Pahlawan ini semua yang gugur adalah teman-teman seperjuangan tahun 1908 lalu. Secara keseluruhan penampilan para pahlawan yangtelah gugur ini dengan hidup sederhana dan bersahaja apa adanya. “Kalau tidak dapat nasi kami makan sagu. Kami dulu tidak mempunyai baju bagus, yang kami pakai baju compang-camping. Dimana tekad kami hanya satu yakni kemerdekaan,” katanya.

Setelah kemerdekaan direbut, untuk mengisi kemerdekaan itu, “Saya harapkan untuk dapat mengenang kembali pada masa perjuangan dahulu. Apalagi kalau melihat nisan-nisan pahlawan, mereka juga akan terhenyuh. Kog, begini keadaan sekarang, bukan ini yang dicita-citakan kemerdekaan kita dulu,” keluhnya.

Dulu, ingin mensejahteraan rakyat harus berjuang keras. Dan juga ingin mengangkat harkat martabat masyarakat Indonesia kepermukaan sekarang tidak sama dengan zaman penjajahan terdahulu. Tapi itu tampaknya belum dirasakan oleh masyarakat. “Masih jauh dalam pencapaian masyaralat yang sejahtera. Karena semua itu, diukur dengan sikap dan bawaan situasi yang berkembang,” ujarnya.

Perhatian pemerintah terhadap veteran belum sepenuhnya sebagaimana yang diharapkan para pejuang (veteran). “Kita berusaha mengetuk penguasa sekarang, untuk dapat diperhatikannya veteran-veteran yang masih hidup. Karena kami tidak meminta-minta, dimana kami masih mempunyai harga diri,” tandasnya. (Dowi)

Rizki: