Golkar Harus Rebut Posisi di Eksekutif

699 views

JAKARTA (RiaInfo) – Para kader Partai Golkar harus mampu merebut berbagai posisi penting di semua lini, mulai dari kepala pemerintahan (eksekutif), wakil rakyat (legislatif), maupun di dunia usaha. Bila kader Golkar bisa eksis di berbagai lini itu, maka Partai Golkar juga dipastikan akan bisa eksis.

Demikian antara lain ditegaskan Gubernur Riau HM Rusli Zainal saat tampil sebagai pembicara pada Forum Komunikasi Eksekutif dan Legislatif yang ditaja DPD Partai Golkar Provinsi Bangka Belitung, di Hotel Novotel, Jakarta, Senin (11/4).

“Masyarakat kita masih sangat menghargai kepemimpinan dan ketokohan. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi semua kader (Golkar) untuk merebut berbagai posisi, baik di pemerintahan, legislatif maupun di dunia usaha. Dengan cara beginilah partai akan tetap eksis,” tegas Rusli yang juga Ketua DPP Partai Golkar itu.

Rusli lalu meminta para kader Golkar agar tidak lengah dalam persaingan antar partai yang saat ini sangat kompetitif. Bila kader Golkar tidak mampu menjaga konstituen, maka dengan sendirinya konstituen akan lari kepada partai lain.

“Makanya, jangan sungkan-sungkan turun ke masyarakat. Jalin komunikasi dan silaturrahmi. Serap aspirasi masyarakat dan perjuangkan. Kalau kita diam saja, ya kita akan ditinggalkan,” saran pria yang akrab disapa RZ itu.

RZ lalu memotivasi para kader Golkar agar tidak tinggal diam. Sebab, banyak partai lain yang punya strategi yang tidak kalah hebat. “Ada partai yang merangkul rakyat secara door to door, dari mesjid ke mesjid. Ini tantangan bagi Partai Golkar. Kita juga harus punya strategi. Kalau kita mau maju, kita harus berusaha lebih keras,” tegas RZ.

Apalagi untuk menjadi anggota legislatif atau wakil rakyat, dimana harus dipilih secara langsung oleh masyarakat. Kalau tidak benar-benar mengakar di masyarakat, maka jangan mimpi akan terpilih. “Kalau dulu, ketika sistem pemilihannya belum direct (langsung) seperti sekarang, asal kita dapat nomor 1 atau nomor aman, kita bisa tidur-tidur, karena pasti terpilih. Tapi sekarang tidak bisa lagi. Walaupun kita nomor 1 kalau tak ada yang milih, ya tak terpilih. Begitu juga kalau misalnya kita nomor urut 25, tapi masyarakat milih kita, ya kita bisa terpilih. Sekali lagi, ini tantangan bagi kita semua,” tandasnya. (rls)

 

Posting Terkait