PEKANBARU (RiauInfo) – EMP bersama SKK Migas menggelar Forum Interaktif EMP & SKK Migas Bersama Media bertajuk Neo Energy Meet Up, Kamis, 1 Oktober 2026, di salah satu coffee shop di kawasan Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Forum dihadiri sekitar 20 wartawan dari berbagai media, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, serta jajaran SKK Migas Perwakilan Sumbagut dan EMP Bentu Ltd.
Hadir Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, Area Manager EMP Bentu Ltd. Dadi Mulyadi, serta Media Relations Officer EMP Bentu Ltd. M. Hansardi.
Area Manager EMP Bentu Ltd. Dadi Mulyadi mengatakan forum tersebut menjadi ruang komunikasi yang lebih santai antara perusahaan, SKK Migas dan media.
“Media menjadi penyambung informasi kepada masyarakat luas dengan informasi yang lebih berimbang,” kata Dadi.
Enam K3S EMP di Riau
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius mengatakan EMP merupakan salah satu bagian dari kegiatan hulu migas dan menjadi salah satu pemasok gas untuk berbagai wilayah.
Dari 11 K3S EMP, enam berada di Riau, yakni Bentu, Korinci Baru, Malacca Strait, Kampar, Siak, dan South CPP.
Sebastian menyebut kegiatan hulu migas terus diarahkan pada eksplorasi dan peningkatan produksi. EMP menargetkan produksi sekitar 100 MMSCFD pada 2030.
“Target produksi EMP pada 2030 adalah sekitar 100 MMSCFD,” ujar Sebastian.
Sebastian juga menjelaskan bahwa Neo Energy yang dibahas dalam forum berbeda secara entitas dengan kegiatan EMP. EMP bergerak di sektor hulu migas, sedangkan Neo Energy lebih menonjolkan nikel, kawasan industri dan material baterai kendaraan listrik
Dorong Pemberitaan Lebih Humanis
Perwakilan wartawan, Fithriady Syam, mengatakan forum seperti Neo Energy Meet Up penting untuk memperluas informasi kepada masyarakat. Ia menyebut media kini semakin tersegmentasi, termasuk media yang fokus pada migas dan ekonomi.
Sementara itu, Yanin Kholison mendorong media tidak hanya mengangkat data teknis, tetapi juga sisi humanis dari kegiatan hulu migas.
“Coba digali sisi yang humanis, selain sisi teknis yang selama ini diberikan,” kata Yanin.
Menurut Yanin, banyak dampak kegiatan hulu migas yang dapat ditelusuri, termasuk multiplier effect bagi masyarakat. Salah satunya terkait lahan yang dibeli dengan nilai lebih baik sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
“Kita selalu welcome jika ada ide seperti ini,” ujarnya.
Forum tersebut menjadi ruang bertukar informasi antara SKK Migas, EMP dan media, sekaligus membuka peluang pemberitaan hulu migas dari sisi produksi, ekonomi dan dampaknya terhadap masyarakat.