Bambang Pacul Puji Wartawan di Hadapan PWI: Pencerah Dunia Ketiga Setelah Matahari dan Rembulan

Bambang Pacul Puji Wartawan di Hadapan PWI: Pencerah Dunia Ketiga Setelah Matahari dan Rembulan
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Wuryanto, menyatakan komitmennya untuk hadir langsung di Serang guna merayakan momen tersebut bersama komunitas pers nasional.

JAKARTA (RiauInfo) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Wuryanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap profesi jurnalis saat menerima audiensi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Politisi senior ini menyebut wartawan memiliki peran vital sebagai pencerah peradaban, mensejajarkan profesi ini dengan elemen alam yang menerangi bumi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Lantai 9 Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (14/1/2026), Bambang mengutip filosofi Presiden Soekarno. Ia menegaskan bahwa peran pers tidak sekadar penyampai informasi, melainkan entitas yang membawa terang bagi masyarakat di tengah kegelapan ketidaktahuan.

"Itu lho yang dikatakan Presiden Soekarno. Seperti yang saya baca di buku Bung Karno bahwa di dunia ini, yang mencerahkan itu nomor satu matahari. Nomor dua rembulan, dan yang ketiga adalah wartawan. Itu kata Presiden Soekarno dan saya setuju," ujar Bambang Wuryanto dengan gaya khasnya.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini menerima rombongan PWI Pusat dengan didampingi Staf Khususnya, Muhammad Amin Nasution. Sementara itu, delegasi PWI Pusat dipimpin langsung oleh Ketua Umum Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang, Ketua Bidang Pendidikan Agus Sudibyo, serta Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan KS Ariawan.

Lebih jauh, Bambang menekankan pentingnya kebebasan pers dalam iklim demokrasi saat ini. Menurutnya, wartawan memiliki hak penuh untuk mencari berita dan menulis tentang apa saja, selama berada dalam koridor etika jurnalistik.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap profesi wartawan adalah mutlak, termasuk ketika pers harus melontarkan kritik tajam kepada lembaga negara. "Bebas dan dilindungi. Termasuk menulis kritik terhadap parlemen maupun terhadap pemerintah," tegas politisi yang identik dengan istilah "Korea" tersebut.

Siap Hadiri HPN 2026

Pembicaraan kemudian beralih ke agenda besar insan pers, yakni Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Banten. Bambang menyambut gembira undangan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk hadir langsung di Serang guna merayakan momen tersebut bersama komunitas pers nasional.

"Saya akan hadir di HPN. Kecuali kalau ada penugasan Ketua MPR di Aceh pada tanggal yang sama atau badan tidak sehat," ucapnya sembari tersenyum, menunjukkan antusiasmenya untuk berkumpul kembali dengan para awak media.

Terkait sinergi kelembagaan, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga menyambut baik gagasan kerja sama antara PWI dan MPR RI. Salah satu poin strategis yang dibahas adalah kolaborasi dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang dinilai akan lebih efektif jika melibatkan jaringan wartawan di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dan dukungan moral yang diberikan oleh pimpinan MPR tersebut. Ia menilai kehadiran tokoh-tokoh bangsa di HPN akan memberikan suntikan semangat bagi industri media yang tengah menghadapi tantangan zaman.

"Kami secara resmi mengundang Pak Bambang Wuryanto untuk hadir di puncak acara HPN 2026 Banten, untuk bersama-sama merayakan Hari Pers Nasional dengan insan pers se-Indonesia," tutur Akhmad Munir di sela-sela pertemuan.

Munir juga memaparkan bahwa saat ini pengurus PWI tengah bekerja keras mempersiapkan kesuksesan HPN 2026. Tradisi kehadiran kepala negara pun diharapkan tetap berlanjut pada perhelatan tahun ini. "Tradisi HPN selalu dihadiri presiden. Kami mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri puncak HPN 2026 di Serang, Banten," tambahnya.

Diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut tidak hanya membahas seremonial, tetapi juga menyentuh isu krusial mengenai kondisi industri media nasional yang sedang "tidak baik-baik saja". Meski topiknya serius, pertemuan tetap cair, diselingi canda tawa, dan diakhiri dengan tukar menukar cenderamata serta foto bersama.

 

#PWI

Index

Berita Lainnya

Index