Salah satu kendalanya adalah minimnya dana yang dianggarkan pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan tersebut. Padahal jalan-jalan yang rusak itu umumnya merupakan jalan nasional.
Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Riau Lukman Abbas di Pekanbaru, Senin, mengatakan minimnya anggaran menyulitkan pihaknya melakukan pemeliharaan dan perbaikan terhadap jalan-jalan nasional di Riau.
Biaya untuk memelihara jalan secara teknis setiap kilometernya sekitar Rp14 juta hingga Rp21 juta, sementara itu anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah pusat hanya sekitar Rp8 juta," katanya.
Menurutnya selama ini pihaknya telah mengajukan permintaan tamnahan anggaran pemeliharaan jalan nasional, namun hingga kini belum ada respon positif dari pemerintah pusat.
Ia juga mengatakan anggaran tersebut tidak bisa dialokasikan dari APBD Riau, mengingt peruntukan anggaran pemerintah provinsi bukan untuk memperbaiki aset nasional.(Ad)
Perbaikan Jalan Rusak di Riau Jadi Terkendala
Kiki
Senin, 26 Maret 2007 - 10:45:25 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Kerusakan jalan di Riau tampaknya akan terus menjadi "makanan" sehari-hari pengendara di daerah ini. Sebab upaya untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut akan terus berhadapan dengan kendala.
Pilihan Redaksi
IndexKadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Jarwansyah: Lelaki Yang Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Senin, 21 September 2026 - 10:11:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
Ahad, 20 September 2026 - 15:00:34 Wib Ekonomi & Bisnis
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Ahad, 20 September 2026 - 14:44:35 Wib Ekonomi & Bisnis
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Ahad, 20 September 2026 - 10:36:25 Wib Ekonomi & Bisnis