PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam beberapa tahun terakhir ini populasi gajah di Riau mengalami penurunan yang sangat tajam. Hal ini disebabkan banyaknya aktifitas perburuan menjadikan gajah-gajah di Riau itu sebagai sasarannya.
Pengamat Lingkungan Universitas Riau (Unri) HT Ariful Amri dalam keterangannya di Pekanbaru mengatakan, selama tiga tahun terakhir ini saja tercatat sebanyak 13 ekor gajah di Riau mati terbunuh.
Kondisi ini jelas sangat mencemaskan, karena bila gajah-gajah tersebut terus diburu dan dibunuh, maka keberadaan gajah di Riau akan semakin habis. "Gajah akan benar-benar punah di daerah ini," jelasnya.
Untuk menghindari gajah jadi sasaran perburuan, Ariful Amri minya kepada pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau melakukan upaya untuk merelokasi gajah-gajah-terutama di daerah yang aman bagi gajah.
''Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau sebagai institusi yang bertanggung jawab, harus segera menginventarisir habitat gajah dan merelokasi tempat tinggal mereka ke tempat yang lebih layak,'' ujarnya.
Saat ini dalam catatannya, jumlah gajah di Riau 3 tahun terakhir hanya tinggal 250 ekor saja. Menyebar di kabupaten di Riau, Duri sampai Rantau Bais Rohil, Pelalawan, Siak, Rohul, Kuansing dan Inhu serta sebagian terdapat di Kampar Kiri.
Tahun 90 an lanjutnya, kawasan Teso Nilo direncanakan sebagai tempat relokasi habitat gajah. Namun karena aspek ekosistem sudah mulai menipis, tekad tersebut urung terlaksana.
''Pemotretan ekosistem gajah tidak bisa tinggi dari permukaan, daerahnya tanggap air, hutannya rapat, luasnya terukur. Sebab kita ingin tidak ada pihak yang dirugikan, ekosistem gajah ini dilindungi UU. Kita tak
ingin mereka dimusnakan atau dirusak manusia,''jelasnya.(Ad)
Gajah di Riau Selalu Jadi Sasaran Perburuan
Kiki
Kamis, 29 Maret 2007 - 08:42:33 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam beberapa tahun terakhir ini populasi gajah di Riau mengalami penurunan yang sangat tajam. Hal ini disebabkan banyaknya aktifitas perburuan menjadikan gajah-gajah di Riau itu sebagai sasarannya.
Pengamat Lingkungan Universitas Riau (Unri) HT Ariful Amri dalam keterangannya di Pekanbaru mengatakan, selama tiga tahun terakhir ini saja tercatat sebanyak 13 ekor gajah di Riau mati terbunuh.
Kondisi ini jelas sangat mencemaskan, karena bila gajah-gajah tersebut terus diburu dan dibunuh, maka keberadaan gajah di Riau akan semakin habis. "Gajah akan benar-benar punah di daerah ini," jelasnya.
Untuk menghindari gajah jadi sasaran perburuan, Ariful Amri minya kepada pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau melakukan upaya untuk merelokasi gajah-gajah-terutama di daerah yang aman bagi gajah.
''Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau sebagai institusi yang bertanggung jawab, harus segera menginventarisir habitat gajah dan merelokasi tempat tinggal mereka ke tempat yang lebih layak,'' ujarnya.
Saat ini dalam catatannya, jumlah gajah di Riau 3 tahun terakhir hanya tinggal 250 ekor saja. Menyebar di kabupaten di Riau, Duri sampai Rantau Bais Rohil, Pelalawan, Siak, Rohul, Kuansing dan Inhu serta sebagian terdapat di Kampar Kiri.
Tahun 90 an lanjutnya, kawasan Teso Nilo direncanakan sebagai tempat relokasi habitat gajah. Namun karena aspek ekosistem sudah mulai menipis, tekad tersebut urung terlaksana.
''Pemotretan ekosistem gajah tidak bisa tinggi dari permukaan, daerahnya tanggap air, hutannya rapat, luasnya terukur. Sebab kita ingin tidak ada pihak yang dirugikan, ekosistem gajah ini dilindungi UU. Kita tak
ingin mereka dimusnakan atau dirusak manusia,''jelasnya.(Ad)
Pilihan Redaksi
IndexPWI Tegaskan Tetap Penanggung Jawab dan Penyelenggara HPN 2027
PWI Pelalawan Gelar Workshop Masa Depan Media di Era AI
PWI Luncurkan Podcast PWI Channel, Tegaskan Peran Wartawan di Era AI
Destry Resmi Pimpin BI, Arah Suku Bunga Jadi Perhatian
PWI Riau dan Polda Riau Perkuat Kemitraan serta Kompetensi Wartawan
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan
PWI Riau Bagikan 10 Ribu Masker di Tengah Kabut Asap Pekanbaru
Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:30:00 Wib Lingkungan
Sekolah Pekanbaru Daring 26-28 Agustus, Imbas Kualitas Udara Memburuk
Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:54:00 Wib Lingkungan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Kamis 27 November 2025: Waspada Potensi Hujan di Tengah Bencana Provinsi Tetangga
Rabu, 26 November 2025 - 20:00:11 Wib Lingkungan