Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) National Paralympic Committe (NPC), Senny Marbun. Menurutnya, dengan adanya Peparnas, maka seluruh masyarakat Indonesia mengetahui bahwa kaum paralympian (atlet cacat, red) juga bisa muncul dengan sejumlah prestasi. Dan bisa menghidupi mereka dalam mata pencaharian yang layak
"Kita tau, Paralympian yang berprestasi, juga mendapat bonus. Mereka bisa membeli rumah, bisa memiliki pencaharian yang layak dan lainnya. Saya merasakan benar karena saya adalah mantan atlet," ujarnya.
Namun usaha agar bisa berprestasi dan mengangkat harga serta martabat tersebut bukanlah hal yang gampang. Karena untuk bisa berprestasi haruslah memberikan pengorbanan dan usaha yang sangat keras.
"Jangan sekali-kali pernah puas berprestasi di Peparnas saja, karena perjalanan sebagai atlet itu panjang, ada tingkat Asia bahkan tingkat dunia. Dan bermimpilah untuk bisa menjadi yang terbaik," sebut lelaki 57 tahun dengan rambut panjangnya.
Dikatakannya, penuh semangat sambil duduk diatas kursi rodanya, karena kedua kakinya tidak sempurna. Senny bangga harkat dan martabat kaum difabel bisa lebih baik dengan mampu berprestasi di bidang olahraga.
Karena, cerita Mantan atlet lempar cakram ini bahwa banyak yang memulai karir sebagai atlet berasal dari peminta-minta di jalanan. Namun karena mampu berprestasi bisa merubah nasib dan hidup lebih baik dan layak.
"Di Riau saja, bisa kita lihat, banyak PNS yang berawal dari Paralympian. Dan momen olahraga memang positif untuk mengangkat keterbatasan kaum difabel untuk berbuat lebih baik," paparnya.
Senny juga memberikan apresiasi sangat besar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang menyiapkan penyelenggaraan Peparnas dengan matang. Bahkan dikatakannya, pelaksanaan di Riau merupakan salah satu yang terbaik dari 13 kali perhelatan tersebut sebelumnya.
"Riau beruntung punya orang-orang yang mendukung penuh Peparnas ini. Saya memberikan acungan jempol untuk itu," tutupnya.
Pada Peparnas Riau, ada penambahan Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. Dari sebelumnya sembilan. Kini menjadi 11 Cabor. Yakni Panahan, Voli duduk, Atletik, Renang, Tenis Kursi Roda, Futsal, Catur, Angkat Berat, Bulutangkis, Tenis Meja, dan Boling.
Pertandingan yang digelar 7-13 Oktober tersebut diikuti 1432 Paralympian. Dan diperkirakan sekitar 4.000 an orang akan memadati Pekanbaru selama sepekan pelaksanaan nantinya. (AP/JPNN)
Peparnas Ajang Mengangkat Martabat Kaum Difabel
Kiki
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 14:09:34 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Kaum difabel seperti diketahui memiliki keterbatasan diluar manusia normal. Namun, jika melihat semangat juang mereka dalam menjalani sebuah pertandingan, merupakan suatu hal yang patut diacungi jempol. Sportif dan punya jiwa pejuang untuk memenangi pertandingan.
Pilihan Redaksi
IndexEMP dan SKK Migas Bahas Sinergi Media serta Target Produksi 2030
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Pangkat Naik Jadi Jenderal
IKA USU Riau Dilantik, Syahroni Targetkan Organisasi Mandiri
Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Perkuat Strategi AI
PT Riau Cargo Samudra Rayakan Milad ke-6, Perkuat Bisnis Logistik
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Olahraga
Asian Games 2026 Tinggal 5 Hari, 430 Atlet Indonesia Siap Tempur
Senin, 14 September 2026 - 22:24:00 Wib Olahraga
Rybakina Juara US Open, Sabalenka Kehilangan Takhta Nomor Satu
Senin, 14 September 2026 - 11:21:00 Wib Olahraga
Indonesia Sports Summit 2026 Masuki Hari Terakhir, Ada Forum Global
Ahad, 13 September 2026 - 16:38:13 Wib Olahraga
Bukan Sekadar Laga Tenis Meja, Fun Pingpong Ini Perkuat Sinergi PWI dan SKK Migas
Kamis, 30 Juli 2026 - 18:55:00 Wib Olahraga