NEW YORK (RiauInfo) – Elena Rybakina menjadi petenis nomor satu dunia sekaligus menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 5-7, 6-2 dalam final tunggal putri di New York, Amerika Serikat, Sabtu, 12 September 2026. Kemenangan tersebut melengkapi perubahan besar di puncak peringkat Women’s Tennis Association (WTA).
Rybakina sebelumnya sudah memastikan akan mengambil alih posisi nomor satu dunia setelah mencapai semifinal US Open. Pembaruan resmi PIF WTA Rankings pada Senin, 14 September 2026, menempatkan petenis Kazakhstan tersebut di posisi teratas untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Pergantian posisi tersebut mengakhiri 99 pekan Aryna Sabalenka berada di puncak peringkat WTA. Sabalenka sebelumnya mempertahankan posisi nomor satu sejak Oktober 2024 dan harus turun ke peringkat kedua setelah US Open 2026.
Bagi Rybakina, keberhasilan di New York menjadi gelar US Open pertama dalam kariernya sekaligus gelar Grand Slam ketiga. Sebelumnya, Rybakina menjuarai Wimbledon 2022 dan Australian Open 2026.
Rybakina Menang dalam Tiga Set
Final US Open 2026 berlangsung ketat. Rybakina mengambil set pertama dengan skor 6-4, tetapi Sabalenka bangkit dan merebut set kedua 7-5 untuk memaksakan set penentuan.
Pada set ketiga, Rybakina kembali mengendalikan pertandingan dan menang 6-2. Rybakina memberikan tekanan besar melalui permainan pengembalian dan menciptakan 12 peluang break, dengan tiga di antaranya berhasil dikonversi menjadi break.
Rybakina juga mencatat 12 ace dan 36 winner dalam pertandingan tersebut. Meskipun hanya memasukkan 47 persen servis pertamanya, Rybakina mampu memenangkan 85 persen poin dari servis pertama yang masuk.
“Saya masih sulit memproses apa yang baru saja terjadi. Terlalu banyak pencapaian yang saya raih dalam beberapa pekan terakhir,” kata Elena Rybakina.
Kemenangan itu sekaligus menghentikan 19 kemenangan beruntun Sabalenka di US Open. Sabalenka sebelumnya tidak terkalahkan di turnamen tersebut sejak kalah dari Coco Gauff pada final US Open 2023.
Sabalenka Gagal Raih Tiga Gelar Beruntun
Sabalenka memasuki final dengan peluang memenangkan US Open untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Petenis Belarus tersebut sebelumnya menjadi juara pada 2024 dan 2025.
Namun, Rybakina menggagalkan peluang Sabalenka mencatat tiga gelar beruntun di Flushing Meadows. Sabalenka juga gagal mempertahankan posisi nomor satu dunia setelah Rybakina memastikan pergantian takhta melalui perjalanan hingga semifinal.
“Saya hanya berusaha bertanding dan melakukan yang terbaik dengan apa yang saya miliki hari ini. Tidak cukup baik,” kata Aryna Sabalenka seusai pertandingan.
Sabalenka harus puas sebagai runner-up US Open 2026 dan turun ke posisi kedua dalam peringkat WTA dengan 7.875 poin. Sementara itu, Rybakina memimpin klasemen dengan 9.201 poin.
Rybakina Jadi Petenis Kazakhstan Pertama di Puncak WTA
Pencapaian Rybakina memiliki arti historis bagi Kazakhstan. WTA menyebut Rybakina sebagai petenis pertama, putra maupun putri, dari Kazakhstan yang mencapai peringkat nomor satu dunia. Ia juga menjadi perempuan ke-30 dalam sejarah WTA yang menduduki posisi tersebut.
Rybakina juga mencatat prestasi penting pada musim 2026 dengan memenangkan Australian Open dan US Open dalam tahun yang sama. Menurut WTA, hanya enam petenis sejak 1988 yang mampu memenangkan kedua turnamen tersebut dalam satu musim.
Gelar US Open menjadi gelar Grand Slam ketiga Rybakina. Dengan tiga gelar tersebut, Rybakina kini hanya membutuhkan gelar French Open untuk melengkapi career Grand Slam.
10 Besar Peringkat WTA Terbaru
Pembaruan PIF WTA Rankings setelah US Open 2026 membawa sejumlah perubahan di dalam 10 besar. Rybakina naik dari posisi kedua menjadi nomor satu, sedangkan Sabalenka turun ke posisi kedua.
Data peringkat tersebut menunjukkan Rybakina unggul 1.326 poin atas Sabalenka. Jessica Pegula tetap berada di posisi ketiga dengan 7.265 poin, sedangkan Coco Gauff menempati posisi keempat dengan 7.244 poin.
Mirra Andreeva dan Linda Noskova masing-masing mempertahankan posisi kelima dan keenam. Elina Svitolina naik ke posisi ketujuh, sedangkan Karolina Muchova turun ke posisi kedelapan dan Iga Swiatek berada di posisi kesembilan.
Marta Kostyuk menjadi salah satu pendatang baru di 10 besar. Petenis Ukraina tersebut naik ke posisi ke-10 untuk pertama kalinya dalam kariernya, setelah sebelumnya memulai musim 2026 dari peringkat ke-26.
Perubahan tersebut membuat Amanda Anisimova keluar dari 10 besar. Sebelum US Open, Anisimova berada di posisi ke-10, tetapi hasil turnamen membuat posisinya turun dan membuka jalan bagi Kostyuk masuk ke jajaran elite WTA.
Persaingan Baru di Puncak Tenis Putri
Kemenangan Rybakina di US Open sekaligus mempertegas persaingan antara Rybakina dan Sabalenka. Kedua petenis tersebut bertemu dalam dua final Grand Slam pada 2026, yakni Australian Open dan US Open, dan Rybakina memenangkan keduanya.
Rybakina kini memasuki fase baru sebagai pemegang peringkat nomor satu dunia sekaligus juara US Open. Sabalenka berada tepat di belakangnya, sehingga persaingan kedua petenis tersebut diperkirakan tetap menjadi salah satu pusat perhatian dalam perebutan posisi teratas WTA pada sisa musim 2026.
US Open 2026 juga menjadi titik balik penting bagi Rybakina di New York. Sebelum turnamen tahun ini, Rybakina belum pernah melewati babak 16 besar US Open. Kini, Rybakina meninggalkan Flushing Meadows dengan gelar juara dan status sebagai petenis nomor satu dunia.