PEKANBARU (RiauInfo) - Pagelaran Riau Expo mulai nampak menfaatnya bagi expose berbagai program Pemerintah, khusunya Riau. Seperti stan Dishut Riau, menampilkan usaha madu lebah sialang dan jamur kualitas ekspor. Mengapa dinas kehutanan mempunyai program ini? "Program ini salah satu menjadi upaya Dinas Kehutanan mengurangai Ilegal Loging," jawab seorang staf Dishut di stan Riau Expo 2007.
Dijelaskan, program ini adalah cara mengalihkan penduduk pinggir hutan di seluruh daerah Riau yang rawan praktik Ilegal Logging. Dengan adanya pengalihan profesi dari pencari, penebang dan pekerja kayu menjadi peternak dan petani, program ini mengharap secara perlahan akan mengurangi warga pinggir hutan menebang hutan. Pasalnya, warga pinggir hutan cenderung menebang kayu sebagai mata pencaharian mereka.
Pelatihan dan binaan program ini telah mencapai hampir keseluruh kabubaten di Riau. Seperti peternak lebah madu Sialang banyak berada di Kabupaten Kampar di daerah Lipat Kain dan untuk petani jamurnya di Bangkinang dan di Pasir Putih. Juga seperti Kuansing, Bengkalis, Inhu, Inhil dan daerah lain di Riau telah banyak disentuh oleh program ini.
Program Pemberdayaan Masyarakat Pinggir Hutan ini telah berjalan sejak tahun 2000 lalu. Penyuluhan dilakukan pada masyarakat oleh Dinas Kehutanan secara profesional hingga tahap pemasarannya.
Saat ini, terpajang beberapa botol madu Sialang dan beberapa jamur putih kualitas ekspor hasil peternak dan petani binaan Dishut Riau di stan Dishut Riau, Riau Expo 2007 Purna MTQ, Pekanbaru.(Surya)Antisipasi Ilog Melalui Usaha Madu Lebah dan Jamur
Kiki
Ahad, 12 Agustus 2007 - 08:32:56 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Pagelaran Riau Expo mulai nampak menfaatnya bagi expose berbagai program Pemerintah, khusunya Riau. Seperti stan Dishut Riau, menampilkan usaha madu lebah sialang dan jamur kualitas ekspor. Mengapa dinas kehutanan mempunyai program ini? "Program ini salah satu menjadi upaya Dinas Kehutanan mengurangai Ilegal Loging," jawab seorang staf Dishut di stan Riau Expo 2007.
Dijelaskan, program ini adalah cara mengalihkan penduduk pinggir hutan di seluruh daerah Riau yang rawan praktik Ilegal Logging. Dengan adanya pengalihan profesi dari pencari, penebang dan pekerja kayu menjadi peternak dan petani, program ini mengharap secara perlahan akan mengurangi warga pinggir hutan menebang hutan. Pasalnya, warga pinggir hutan cenderung menebang kayu sebagai mata pencaharian mereka.
Pelatihan dan binaan program ini telah mencapai hampir keseluruh kabubaten di Riau. Seperti peternak lebah madu Sialang banyak berada di Kabupaten Kampar di daerah Lipat Kain dan untuk petani jamurnya di Bangkinang dan di Pasir Putih. Juga seperti Kuansing, Bengkalis, Inhu, Inhil dan daerah lain di Riau telah banyak disentuh oleh program ini.
Program Pemberdayaan Masyarakat Pinggir Hutan ini telah berjalan sejak tahun 2000 lalu. Penyuluhan dilakukan pada masyarakat oleh Dinas Kehutanan secara profesional hingga tahap pemasarannya.
Saat ini, terpajang beberapa botol madu Sialang dan beberapa jamur putih kualitas ekspor hasil peternak dan petani binaan Dishut Riau di stan Dishut Riau, Riau Expo 2007 Purna MTQ, Pekanbaru.(Surya)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Sukses Jaga Keandalan Jaringan Selama Periode Tahun Baru
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:51:16 Wib Ekonomi & Bisnis
Jelang Nataru, Indosat Sumatra Optimalkan Jaringan di 123 Titik Prioritas Antisipasi Lonjakan Trafik 27%
Jumat, 19 Desember 2025 - 05:59:20 Wib Ekonomi & Bisnis
Kopi Arabika Garut Tembus Pasar Eropa dan Dubai, Pendapatan Petani Melambung Berkat Program Astra
Jumat, 12 Desember 2025 - 17:29:05 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Raih Penghargaan Bergengsi Fortune Best Companies to Work For 2025 Asia Tenggara, Jadi Satu-satunya Telco RI
Jumat, 12 Desember 2025 - 06:32:17 Wib Ekonomi & Bisnis