PEKANBARU (RiauInfo) - Sepanjang hari kedua Ramadhan ini cuaca Pekanbaru terus mendung. Sejak pagi hingga sore, langit Pekanbaru terus menerus digantungi awan hitam, sehingga sebagian masyarakat tidak merasakan haus saat menjalani ibadah puasa. Ternyata hal ini justru dikeluhkan oleh para pedagang minuman atau cendol.
Nurdin (38) salah seorang pedagang cendol yang mangkal di Pasar Ramadhan Halaman Mesji Muhammadyah Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru kepadaRiauInfo Jumat sore (14/9) mengaku tidak menyangka cuaca mendung sejakl pagi ini akan terus berlangsung hingga sore hari.
Makanya, sejak siang tadi dia sudah menyiapkan cendol untuk didagangkannya di tempat itu. "Saya berharap cuaca akan kembali cerah menjelang sore hari. Eh ternyata bukannya cerah, malah sempat hujan gerimis sekitar pukul 4 tadi. Makanya dagangan saya tidak laku," jelasnya.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Ny Farida (27) pedagang jus buah di Pasar Ramadhan tersebut. Dia menyebutkan sudah hampir 1,5 jam menggelar dagangannya, belum satu orangpun datang membeli. "Padahal kemaren belum jam 6, jus buah saya sudah habis terjual," ungkapnya.
Tidak hanya di tempat itu, pedagang cendol dan minuman berbuka puasa yang mangkal di Jalan Sam Ratulangi juga mengeluh. "Cendol saya baru terjual dua gelas sampai saat ini. Cuaca mendung seperti ini memang membuat dagangan cendol sulit terjual," ujar Wawan (35) salah seorang pedagang.
Ketika ditanya, jika cendolnya tidak laku akan dikemanakan? Wawan menyebutkan biasanya dibuang di dalam parit pada malamnya. Sebab tidak mungkin disimpan untuk dijual besok harinya, karena pasti akan basi.
Makanya menurut dia, jika bulan puasa cuaca mendung, pasti parit-parit di sekitar Jalan Sam Ratulangi penuh dengan cendol yang dibuang pedagang karena tidak laku. "Ya beginilah resiko berdagang, tidak selamanya bisa mendapatkan untung. Kadang kamu malah buntung," tambahnya lagi.(Ad)Parit Jalan Sam Ratulangi Bakal Dipenuhi Cendol
Kiki
Jumat, 14 September 2007 - 09:48:56 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Sepanjang hari kedua Ramadhan ini cuaca Pekanbaru terus mendung. Sejak pagi hingga sore, langit Pekanbaru terus menerus digantungi awan hitam, sehingga sebagian masyarakat tidak merasakan haus saat menjalani ibadah puasa. Ternyata hal ini justru dikeluhkan oleh para pedagang minuman atau cendol.
Nurdin (38) salah seorang pedagang cendol yang mangkal di Pasar Ramadhan Halaman Mesji Muhammadyah Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru kepadaRiauInfo Jumat sore (14/9) mengaku tidak menyangka cuaca mendung sejakl pagi ini akan terus berlangsung hingga sore hari.
Makanya, sejak siang tadi dia sudah menyiapkan cendol untuk didagangkannya di tempat itu. "Saya berharap cuaca akan kembali cerah menjelang sore hari. Eh ternyata bukannya cerah, malah sempat hujan gerimis sekitar pukul 4 tadi. Makanya dagangan saya tidak laku," jelasnya.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Ny Farida (27) pedagang jus buah di Pasar Ramadhan tersebut. Dia menyebutkan sudah hampir 1,5 jam menggelar dagangannya, belum satu orangpun datang membeli. "Padahal kemaren belum jam 6, jus buah saya sudah habis terjual," ungkapnya.
Tidak hanya di tempat itu, pedagang cendol dan minuman berbuka puasa yang mangkal di Jalan Sam Ratulangi juga mengeluh. "Cendol saya baru terjual dua gelas sampai saat ini. Cuaca mendung seperti ini memang membuat dagangan cendol sulit terjual," ujar Wawan (35) salah seorang pedagang.
Ketika ditanya, jika cendolnya tidak laku akan dikemanakan? Wawan menyebutkan biasanya dibuang di dalam parit pada malamnya. Sebab tidak mungkin disimpan untuk dijual besok harinya, karena pasti akan basi.
Makanya menurut dia, jika bulan puasa cuaca mendung, pasti parit-parit di sekitar Jalan Sam Ratulangi penuh dengan cendol yang dibuang pedagang karena tidak laku. "Ya beginilah resiko berdagang, tidak selamanya bisa mendapatkan untung. Kadang kamu malah buntung," tambahnya lagi.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Sukses Jaga Keandalan Jaringan Selama Periode Tahun Baru
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:51:16 Wib Ekonomi & Bisnis
Jelang Nataru, Indosat Sumatra Optimalkan Jaringan di 123 Titik Prioritas Antisipasi Lonjakan Trafik 27%
Jumat, 19 Desember 2025 - 05:59:20 Wib Ekonomi & Bisnis
Kopi Arabika Garut Tembus Pasar Eropa dan Dubai, Pendapatan Petani Melambung Berkat Program Astra
Jumat, 12 Desember 2025 - 17:29:05 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Raih Penghargaan Bergengsi Fortune Best Companies to Work For 2025 Asia Tenggara, Jadi Satu-satunya Telco RI
Jumat, 12 Desember 2025 - 06:32:17 Wib Ekonomi & Bisnis