PEKANBARU (RiauInfo) - Siapa bilang oleh-oleh khas Riau tidak mampu bersaing dengan oleh-oleh daerah lain? Bahkan saat ini keripik nenas dan keripik nangka yang dihasilkan oleh sejumlah home industri di Kabupaten Kampar sudah merambah mancanegara.
Ny Juraida (58) pemilik Home Industri "Berkat Bersama" Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kampar menyebutkan setiap minggu dia mengirim ratusan kota keripik nenas dan keripik nangka ke Singapura, Malaysia dan Arab Saudi. Dari waktu ke waktu jumlahnya semakin banyak.
Dikatakannya, pengiriman oleh-oleh keripik nenas dan keripik nangka ke mancanegara itu dilakukan oleh orang lain. "Kami hanya memproduksi dan mengemasnya saja. Orang yang datang kesini membawa oleh-oleh kami untuk dikirim ke luar negeri," ungkap dia lagi.
Selain dikirim ke luar negeri, keripik nenas dan keripik nangkanya juga di pasarkan ke Pekanbaru, Padang, Jakarta, bahkan juga sampai ke Bali. "Kami juga menjual kepada orang-orang yang kebetulan singgah di tempat kami ini," ungkapnya sambil terus mengupas nenas yang akan dijadikan keripik.
Menurut dia, untuk usahanya ini dia juga mendapatkan bimbingan dari petugas dari Dinas Perindustrian Riau. Bahkan alat penggorengan yang berbentuk khusus itu juga didatangkan Dinas Perindustrian dari Jakarta untuk digunakan di home industri ini.
Saat ini keripik nenasnya dijual dengan harga Rp12.000 per bungkus dengan berat 150 kg, sedangkan kerupuk nangka dijual dengan harga Rp13.000 per bungkus seberat 150 kg. "Keripik nangka memang lebih mahal, karena mendapatkan nangka disini lumayan sulit," jelasnya.(Ad)Keripik Nenas dan Nangka Asal Kampar Merambah Mancanegara
Kiki
Ahad, 18 November 2007 - 11:00:26 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Siapa bilang oleh-oleh khas Riau tidak mampu bersaing dengan oleh-oleh daerah lain? Bahkan saat ini keripik nenas dan keripik nangka yang dihasilkan oleh sejumlah home industri di Kabupaten Kampar sudah merambah mancanegara.
Ny Juraida (58) pemilik Home Industri "Berkat Bersama" Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kampar menyebutkan setiap minggu dia mengirim ratusan kota keripik nenas dan keripik nangka ke Singapura, Malaysia dan Arab Saudi. Dari waktu ke waktu jumlahnya semakin banyak.
Dikatakannya, pengiriman oleh-oleh keripik nenas dan keripik nangka ke mancanegara itu dilakukan oleh orang lain. "Kami hanya memproduksi dan mengemasnya saja. Orang yang datang kesini membawa oleh-oleh kami untuk dikirim ke luar negeri," ungkap dia lagi.
Selain dikirim ke luar negeri, keripik nenas dan keripik nangkanya juga di pasarkan ke Pekanbaru, Padang, Jakarta, bahkan juga sampai ke Bali. "Kami juga menjual kepada orang-orang yang kebetulan singgah di tempat kami ini," ungkapnya sambil terus mengupas nenas yang akan dijadikan keripik.
Menurut dia, untuk usahanya ini dia juga mendapatkan bimbingan dari petugas dari Dinas Perindustrian Riau. Bahkan alat penggorengan yang berbentuk khusus itu juga didatangkan Dinas Perindustrian dari Jakarta untuk digunakan di home industri ini.
Saat ini keripik nenasnya dijual dengan harga Rp12.000 per bungkus dengan berat 150 kg, sedangkan kerupuk nangka dijual dengan harga Rp13.000 per bungkus seberat 150 kg. "Keripik nangka memang lebih mahal, karena mendapatkan nangka disini lumayan sulit," jelasnya.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexRahasia UMKM Seroja Kampar Tingkatkan Omzet Jamur Tiram Lewat Pelatihan PHR
SMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Rahasia UMKM Seroja Kampar Tingkatkan Omzet Jamur Tiram Lewat Pelatihan PHR
Senin, 22 Juni 2026 - 11:53:10 Wib Umum
Haji 2026 Dinilai Sukses, DPR Ungkap Masa Tunggu Berkurang dan Layanan Jemaah Meningkat
Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43:00 Wib Umum
SMSI Riau Gelar Workshop Transformasi New Media dan Jurnalisme di Era Kecerdasan Buatan
Selasa, 16 Juni 2026 - 23:54:00 Wib Umum
PWI Riau Gelar Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Tema Pembangunan Energi Berkelanjutan
Senin, 15 Juni 2026 - 15:40:00 Wib Umum