PEKANBARU (RiauInfo) - Meski ada yang mengagumi dan ada yang membencinya, namun sosok Pak Harto tetap jadi perhatian masyarakat. Buktinya sejak sejumlah televisi nasional menyiarkan berita kematian Pak Harto, banyak warga Pekanbaru memantau terus siaran televisi yang secara memberitakan suasana kematian dan profil pak Harto.
Sinta warga Jalan Hangtuah misalnya, sejak televisi memberitakan kematian Pak Harto dia terus di depan TV menyaksikan suasana kematian itu di televisi. "Saya tertarik sekali melhat langsung bagaimana suasana di RSPP dan di Cendana setelah Pak Harto meninggal dunia," jelasnya.
Menurut dia, sejak Soeharto dinyatakan kritis beberapa waktu lalu, dia selalu mengikuti perkembangannya baik melalui televisi maupun internet. "Makanya waktu siang tadi ada berita bahwa pak Harto semakin kritis saja, saya memantau terus di televisi yang menyiarkannya melaluirunning text," jelas Sinta lagi.
Hanya saja dia kecewa, karena belum ada televisi yang mampu memantau terus suasana duka di lingkungan keluarga Pak Harto itu. Umumnya televisi hanya menyiarkan profil Pak Harto. "Mungkin wartawan masih belum boleh lebih mendekat lagi, maklum saja yang meninggal ini bukan orang biasa," ungkapnya.(Ad)Kematian Pak Harto Jadi Pusat Perhatian Warga Pekanbaru
Kiki
Ahad, 27 Januari 2008 - 07:23:15 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Meski ada yang mengagumi dan ada yang membencinya, namun sosok Pak Harto tetap jadi perhatian masyarakat. Buktinya sejak sejumlah televisi nasional menyiarkan berita kematian Pak Harto, banyak warga Pekanbaru memantau terus siaran televisi yang secara memberitakan suasana kematian dan profil pak Harto.
Sinta warga Jalan Hangtuah misalnya, sejak televisi memberitakan kematian Pak Harto dia terus di depan TV menyaksikan suasana kematian itu di televisi. "Saya tertarik sekali melhat langsung bagaimana suasana di RSPP dan di Cendana setelah Pak Harto meninggal dunia," jelasnya.
Menurut dia, sejak Soeharto dinyatakan kritis beberapa waktu lalu, dia selalu mengikuti perkembangannya baik melalui televisi maupun internet. "Makanya waktu siang tadi ada berita bahwa pak Harto semakin kritis saja, saya memantau terus di televisi yang menyiarkannya melaluirunning text," jelas Sinta lagi.
Hanya saja dia kecewa, karena belum ada televisi yang mampu memantau terus suasana duka di lingkungan keluarga Pak Harto itu. Umumnya televisi hanya menyiarkan profil Pak Harto. "Mungkin wartawan masih belum boleh lebih mendekat lagi, maklum saja yang meninggal ini bukan orang biasa," ungkapnya.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Indosat Resmi Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Ini Daftar Peraih Mobil Listrik BYD hingga Samsung S25
Jumat, 16 Januari 2026 - 05:44:27 Wib Umum
Bernostalgia Masa Jadi Wartawan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Terima Pengurus PWI Pusat dan Diundang ke HPN 2026
Rabu, 14 Januari 2026 - 05:08:00 Wib Umum
Bambang Pacul Puji Wartawan di Hadapan PWI: Pencerah Dunia Ketiga Setelah Matahari dan Rembulan
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:13:00 Wib Umum
Hasil Evaluasi Pelayanan Publik 2025: Pemprov Riau Sabet Predikat A-, Pelalawan Masih Perlu Berbenah di Posisi B-
Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:48:00 Wib Umum