PEKANBARU (RiauInfo) - Tampaknya hardikan Walikota Pekanbaru Herman Abdulah agar PLN menghentikan pemadaman listrik di Pekanbaru selama bulan Juni ini sama sekali tidak dihiraukan. Buktinya PLN masih tetap terus melakukan pemadaman listrik.
Seperti yang terjadi Rabu malam (17/6) sejak pukul 20.00 Wib tadi, listrik di Jalan Hangtuah dan sekitarnya padam. Akibatnya anak-anak sekolah yang sedang menyiapkan diri menghadapi ujian kenaikan kelas terpaksa menggunakan lilin sebagai penerangan.
"Anak-anak terpaksa menggunakan lilin untuk mengulangi pelajarannya yang akan diuji besok," ungkap Ny Aisyah (38) warga Jalan Bambu Kuning dengan nada prihatin. Dia mengaku sangat kasihan melihat anak-anaknya belajar hanya dengan menggunakan lilin.
Dia mengatakan, seharusnya pihak PLN punya rasa toleransi terhadap anak-anak yang saat ini sedang menjalani ujian kenaikan kelas. "Kalau PLN begini terus, bagaimana dunia pendidikan kita akan maju," ungkap ibu dari tiga orang muai emosi.
Hal yang sama juga diungkapkan Ahmadsyah (46) warga Jalan Hangtuah. Dia menyebutkan PLN memang benar-benar sudah keterlaluan. Walikota sudah menghimbau agar tidak lagi ada pemadaman listrik, tapi masih tetap melakukan pemadaman.
Dia menyebutkan seandainya pihak PLN punya hati nurani pasti tidak akan memadamkan listrik, apalagi saat anak-anak sedang dalam masa ujian kenaikan kelas. "Saya heran, kapan ya PLN disini bisa lebih profesional lagi," tandanya.(ad)LISTRIK PLN PADAM Pelajar SD Hadapi Ujian Kenaikan Kelas dengan Lilin
Kiki
Rabu, 17 Juni 2009 - 13:32:46 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Tampaknya hardikan Walikota Pekanbaru Herman Abdulah agar PLN menghentikan pemadaman listrik di Pekanbaru selama bulan Juni ini sama sekali tidak dihiraukan. Buktinya PLN masih tetap terus melakukan pemadaman listrik.
Seperti yang terjadi Rabu malam (17/6) sejak pukul 20.00 Wib tadi, listrik di Jalan Hangtuah dan sekitarnya padam. Akibatnya anak-anak sekolah yang sedang menyiapkan diri menghadapi ujian kenaikan kelas terpaksa menggunakan lilin sebagai penerangan.
"Anak-anak terpaksa menggunakan lilin untuk mengulangi pelajarannya yang akan diuji besok," ungkap Ny Aisyah (38) warga Jalan Bambu Kuning dengan nada prihatin. Dia mengaku sangat kasihan melihat anak-anaknya belajar hanya dengan menggunakan lilin.
Dia mengatakan, seharusnya pihak PLN punya rasa toleransi terhadap anak-anak yang saat ini sedang menjalani ujian kenaikan kelas. "Kalau PLN begini terus, bagaimana dunia pendidikan kita akan maju," ungkap ibu dari tiga orang muai emosi.
Hal yang sama juga diungkapkan Ahmadsyah (46) warga Jalan Hangtuah. Dia menyebutkan PLN memang benar-benar sudah keterlaluan. Walikota sudah menghimbau agar tidak lagi ada pemadaman listrik, tapi masih tetap melakukan pemadaman.
Dia menyebutkan seandainya pihak PLN punya hati nurani pasti tidak akan memadamkan listrik, apalagi saat anak-anak sedang dalam masa ujian kenaikan kelas. "Saya heran, kapan ya PLN disini bisa lebih profesional lagi," tandanya.(ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Pendidikan
Borong 4 Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025, Unri Raih Dua Emas Kategori Humas
Jumat, 19 Desember 2025 - 22:41:00 Wib Pendidikan
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Pernah Dipenjara karena Iuran Sukarela Sekolah
Kamis, 13 November 2025 - 16:10:29 Wib Pendidikan
PWI Kampar dan Anggota DPR-RI Gelar Pelatihan Jurnalistik, Cetak SDM Unggul di Era Digital
Jumat, 18 Juli 2025 - 23:57:30 Wib Pendidikan