PEKANBARU (RiauInfo) - Meski ada saran agar pelajar SMP yang dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN) tidak mencoret-coret dan konvoi di jalan, ternyata saran tersebut sama sekali tidak diindahkan. Usai pengumuman hasil UN Senin (22/6) sore tadi, mereka tetap melakukan aksi corat-coret baju dan konvoi dijalan.
Seperti yang diamati RiauInfo aksi corat-coret baju itu tidak hanya dilakukan di areal sekolah, tapi juga di jalanan sebelum melakukan konvoi keliling kota. Bahkan ada di antara mereka mencorat-coret seluruh bagian tubuhnya dengan cat pilox-nya.
Aksi konvoi tersebut mereka lakukan di sejumlan protokol di Pekanbaru, seperti di Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, jalan Diponegoro, Jalan Harapan Raya, dan juga Jalan Hangtuah. "Tanpa menggunakan helm pengaman mereka melakukan konvoi tanpa kawatir ditangkap Polantas.
Konvoi yang mereka lakukan di Jalan Soeto sempat menimbulkan korban jiwa. Waktu itu konvoi yang dilakukan puluhan sepeda motor itu menerobos lampu merah yang ada di perempatan Jalan Hangtuah dan Jalan Soetomo. Salah satu motor pelajar itu menyengol sebuah mobil, sehingga pengendaranya terjatuh.
Namun beruntung saja insiden tersebut tidak menimbulkan luka-luka terhadap para pelajar. Seorang diantaranya hanya menderita lecet di lututnya akibat tergeser dengan aspal. Ironisnya insiden itu tidak membuat mereka kapok. Rombongan konvoi tetap menerobos lampu merah itu tanpa merasa bersalah.(ad)USAH PENGUMUMAN HASIL UN Pelajar SMP Corat-Coret Baju dan Konvoi di Jalanan
Kiki
Senin, 22 Juni 2009 - 13:01:29 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Meski ada saran agar pelajar SMP yang dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN) tidak mencoret-coret dan konvoi di jalan, ternyata saran tersebut sama sekali tidak diindahkan. Usai pengumuman hasil UN Senin (22/6) sore tadi, mereka tetap melakukan aksi corat-coret baju dan konvoi dijalan.
Seperti yang diamati RiauInfo aksi corat-coret baju itu tidak hanya dilakukan di areal sekolah, tapi juga di jalanan sebelum melakukan konvoi keliling kota. Bahkan ada di antara mereka mencorat-coret seluruh bagian tubuhnya dengan cat pilox-nya.
Aksi konvoi tersebut mereka lakukan di sejumlan protokol di Pekanbaru, seperti di Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, jalan Diponegoro, Jalan Harapan Raya, dan juga Jalan Hangtuah. "Tanpa menggunakan helm pengaman mereka melakukan konvoi tanpa kawatir ditangkap Polantas.
Konvoi yang mereka lakukan di Jalan Soeto sempat menimbulkan korban jiwa. Waktu itu konvoi yang dilakukan puluhan sepeda motor itu menerobos lampu merah yang ada di perempatan Jalan Hangtuah dan Jalan Soetomo. Salah satu motor pelajar itu menyengol sebuah mobil, sehingga pengendaranya terjatuh.
Namun beruntung saja insiden tersebut tidak menimbulkan luka-luka terhadap para pelajar. Seorang diantaranya hanya menderita lecet di lututnya akibat tergeser dengan aspal. Ironisnya insiden itu tidak membuat mereka kapok. Rombongan konvoi tetap menerobos lampu merah itu tanpa merasa bersalah.(ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Pendidikan
Borong 4 Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025, Unri Raih Dua Emas Kategori Humas
Jumat, 19 Desember 2025 - 22:41:00 Wib Pendidikan
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Pernah Dipenjara karena Iuran Sukarela Sekolah
Kamis, 13 November 2025 - 16:10:29 Wib Pendidikan
PWI Kampar dan Anggota DPR-RI Gelar Pelatihan Jurnalistik, Cetak SDM Unggul di Era Digital
Jumat, 18 Juli 2025 - 23:57:30 Wib Pendidikan