"Kami tidak yakin penerapan pajak nasi bungkus itu akan meningkatkan pendapatan daerah. Malah penerapan itu justru sanbat memberatkan bagi kelompok usaha kecil menengah," ungkap Sekretaris Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau, Dian Fitri.
Saat ini saja rumah makan dan minuman telah mengalami penurunan omset karena imbas krisis global dan menjamurnya usaha-usaha sejenis. Pada tahun 2010 ini diperkirakan tantangan yang dihadapi rumah makan dan minuman di Riau akan semakin berat lagi.
Karena itu, menurut dia, jika Pemko memberlakukan pajak nasi bungkus, akan lebih memberatkan beban pemilik rumah makan dan minuman. "Karena itu kami sangat mengharapkan pajak-pajak yang memberatkan itu bisa dihapus, agar meringankan beban kami," ungkapnya.(ad)
Pajak Nasi Bungkus Terus Mendapatkan Penolakan
Kiki
Senin, 15 Februari 2010 - 05:16:13 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Penerapan pajak nasi bungkus yang dilakukan Pemko Pekanbaru terus mendapatkan penolakan dari warga Pekanbaru. Kali ini penolakan itu berasal dari Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau yang menyebutkan pajak itu sangat memberatkan.
Pilihan Redaksi
IndexEMP dan SKK Migas Bahas Sinergi Media serta Target Produksi 2030
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Pangkat Naik Jadi Jenderal
IKA USU Riau Dilantik, Syahroni Targetkan Organisasi Mandiri
Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Perkuat Strategi AI
PT Riau Cargo Samudra Rayakan Milad ke-6, Perkuat Bisnis Logistik
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
EMP dan SKK Migas Bahas Sinergi Media serta Target Produksi 2030
Kamis, 01 Oktober 2026 - 17:52:20 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Perkuat Strategi AI
Rabu, 30 September 2026 - 15:37:48 Wib Ekonomi & Bisnis
PT Riau Cargo Samudra Rayakan Milad ke-6, Perkuat Bisnis Logistik
Rabu, 30 September 2026 - 13:03:00 Wib Ekonomi & Bisnis
KADIN Dumai Dorong UMKM Go Export Lewat Kontainer Konsolidasi
Rabu, 30 September 2026 - 08:44:36 Wib Ekonomi & Bisnis