"Kami tidak yakin penerapan pajak nasi bungkus itu akan meningkatkan pendapatan daerah. Malah penerapan itu justru sanbat memberatkan bagi kelompok usaha kecil menengah," ungkap Sekretaris Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau, Dian Fitri.
Saat ini saja rumah makan dan minuman telah mengalami penurunan omset karena imbas krisis global dan menjamurnya usaha-usaha sejenis. Pada tahun 2010 ini diperkirakan tantangan yang dihadapi rumah makan dan minuman di Riau akan semakin berat lagi.
Karena itu, menurut dia, jika Pemko memberlakukan pajak nasi bungkus, akan lebih memberatkan beban pemilik rumah makan dan minuman. "Karena itu kami sangat mengharapkan pajak-pajak yang memberatkan itu bisa dihapus, agar meringankan beban kami," ungkapnya.(ad)
Pajak Nasi Bungkus Terus Mendapatkan Penolakan
Kiki
Senin, 15 Februari 2010 - 05:16:13 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Penerapan pajak nasi bungkus yang dilakukan Pemko Pekanbaru terus mendapatkan penolakan dari warga Pekanbaru. Kali ini penolakan itu berasal dari Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau yang menyebutkan pajak itu sangat memberatkan.
Pilihan Redaksi
IndexTeras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Kenali Sinyal Hormon dan Diabetes
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
UGM-Indosat-NVIDIA Resmi Buka Pusat Teknologi AI Pertama Indonesia
Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Walikota Pekanbaru: SIEXPO 2026 Perkuat Industri Sawit dan UMKM
Jumat, 07 Agustus 2026 - 19:09:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Infrastruktur AI Terbesar Asia-Pasifik
Jumat, 07 Agustus 2026 - 13:49:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Plt Gubernur Riau Buka SIEXPO 2026, Dorong Investasi dan Teknologi Sawit
Kamis, 06 Agustus 2026 - 15:20:00 Wib Ekonomi & Bisnis