"Kami tidak yakin penerapan pajak nasi bungkus itu akan meningkatkan pendapatan daerah. Malah penerapan itu justru sanbat memberatkan bagi kelompok usaha kecil menengah," ungkap Sekretaris Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau, Dian Fitri.
Saat ini saja rumah makan dan minuman telah mengalami penurunan omset karena imbas krisis global dan menjamurnya usaha-usaha sejenis. Pada tahun 2010 ini diperkirakan tantangan yang dihadapi rumah makan dan minuman di Riau akan semakin berat lagi.
Karena itu, menurut dia, jika Pemko memberlakukan pajak nasi bungkus, akan lebih memberatkan beban pemilik rumah makan dan minuman. "Karena itu kami sangat mengharapkan pajak-pajak yang memberatkan itu bisa dihapus, agar meringankan beban kami," ungkapnya.(ad)
Pajak Nasi Bungkus Terus Mendapatkan Penolakan
Kiki
Senin, 15 Februari 2010 - 05:16:13 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Penerapan pajak nasi bungkus yang dilakukan Pemko Pekanbaru terus mendapatkan penolakan dari warga Pekanbaru. Kali ini penolakan itu berasal dari Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau yang menyebutkan pajak itu sangat memberatkan.
Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Sukses Jaga Keandalan Jaringan Selama Periode Tahun Baru
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:51:16 Wib Ekonomi & Bisnis
Jelang Nataru, Indosat Sumatra Optimalkan Jaringan di 123 Titik Prioritas Antisipasi Lonjakan Trafik 27%
Jumat, 19 Desember 2025 - 05:59:20 Wib Ekonomi & Bisnis
Kopi Arabika Garut Tembus Pasar Eropa dan Dubai, Pendapatan Petani Melambung Berkat Program Astra
Jumat, 12 Desember 2025 - 17:29:05 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Raih Penghargaan Bergengsi Fortune Best Companies to Work For 2025 Asia Tenggara, Jadi Satu-satunya Telco RI
Jumat, 12 Desember 2025 - 06:32:17 Wib Ekonomi & Bisnis