Zapin Ibarat Urat Nadi Yang Terus Berdenyut

791 views
news4038JAKARTA (RiauInfo) – Dalam hidup dan kehidupan manusia, kebudayaan memiliki arti sangat penting, karena kebudayaan dapat menjadi medium untuk mengenal dirinya. Hal ini disebabkan dalam kebudayaan terdapat seperangkat sistem nilai kehidupan tentang bagaimana seseorang harus menjalankan permanusiaan dan kemanusiaan yang melekat dalam dirinya.

“Oleh sebab itu, tidak salah dan berlebihan jika ada pendapat yang mengatakan, bahwa selain agama, penyeimbang yang ideal bagi hidup dan kehidupan manusia, adalah kebudayaan,” jelas Bupati Bengkalis, H Syamsurizal.

Hal itu disampaikan Syamsurizal pada puncak malam Semarak Negeri Zapin (SNZ) dan penutupan Festival Lagu Zapin se-Indonesia yang ditaja Yayasan Panggung Melayu (YPM), Senin (18/2) malam lalu. Malam puncak yang juga diisi orasi budaya oleh Ketua Dewan Kesenian Bengkalis (DKB), H Riza Pahlefi itu, dilaksanakan Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Dikatakan bupati bergelar Sri Mahkota Sempurna Negeri ini, kebudayaan merupakan sistem yang terintegrasi di masyarakat yang berkaitan dengan nilai, kepercayaan, perilaku, dan artifak atau hasil ciptaan manusia. Dalam perjalanan sejarah manusia, kebudayaan inilah yang membedakan antara manusia atau komunitas yang satu dengan lainnya.

Sebagai sistem, katanya, kebudayaan mempunyai arti yang sangat penting, karena kebudayaan memiliki kekuatan untuk meredakan atau menetralisir prilaku masyarakat yang serba bebas nilai, serba pasif, dan cendrung kejam. Fakta menunjukkan bahwa sejak peradapan manusia berkembang, kebudayaan berdiri pada garis paling depan dalam proses penyadaran dan menuju titik pencerahan.

Hal ini dapat diketahui dari peradaban bangsa-bangsa seperti Yunani, Eropa, Cina, dan Jepang,” kata Syamsurizal seperti disampaikan Kabag Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri, yang juga hadir dalam malam puncak SNZ itu.

Selanjutnya, kata Syamsurizal, bagi masyarakat rumpun Melayu, kebudayaan menjadi tali pengikat jiwa, raga, rasa dan citra. Bagi masyarakat Melayu, kebudayaan bukan saja berfungsi sebagai unifies everything and linking environmental practice with cultural knowledge. “Tetapi juga transmitting everything synchronically among the members of a community, as well as diachronically between generations,” ungkap Syamsuizal.

Kemudian, sambung Syamsurizal, bagi masyarakat rumpun Melayu, sebagai bagian dari kebudayaan yang dimiliki, tari merupakan salah satu sokoguru seni pertunjukan tradisi. Tari merupakan cabang seni pertunjukan tertua yang lahir bersamaan dengan lahirnya kebudayaan Melayu Khusus bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis, Zapin merupakan salah satu soko guru seni pertunjukan dimaksud.

“Di Kabupaten Bengkalis, Zapin dapat diibaratkan urat nadi masyarakat yang terus berdenyut. Hal ini dapat dibuktikan dengan keberadaan kelompok penari Zapin yang dapat ditemukan di setiap desa atau pun kelompok masyarakat yang lebih kecil lainnya.

Lebih dari itu, di era kebudayaan tradisional tergerus oleh arus globalisasi, di Kabupaten Bengkalis, Zapin tetap dan mampu bertahan, tidak lekang oleh gempuran berbagai kebudayaan modern,” ujarnya.(ad/rls)




Posting Terkait