Terancam Dicoret, Proyek Kebun K2I

620 views

Pekanbaru – Proyek kebun K2i yang sempat fenomenal itu diancam akan dicoret oleh DPRD Riau apabila tak kunjung terlaksana pada tahun ini


Masih molornya pelaksanaan proyek kebun K2I membuat DPRD Riau gerah juga. Makanya DPRD Riau mengancam akan mencoret penganggaran proyek ini dalam APBD Riau 2007 nanti, jika program yang sudah direncanakan sejak tahun 2005 ini tak juga terlaksana hingga akhir anggaran tahun 2006.

Hal itu terungkap langsung dari mulut Ketua Komisi B DPRD Riau, Ir Yuliyos Kahar,yang ditemui Rabu (1/11) ini. Yuliyos mengaku amat menyayangkan mengapa sudah dua kepala dinas yang ditunjuk untuk menangani kebun K2i ini tapi belum juga terlaksana. “Saya heran mengapa hingga sekarang tak juga dilaksanakan. Sebab masalah teknis dan pelaksanaan, kami dari Komisi B ini tak terlalu ikut campur,” katanya.

Program kebun K2i tersebut, kata Yuliyos seharusnya segera dilaksanakan, sebelum habis akhir anggaran tahun 2006 ini. Karena diperkirakan pada tahun 2007, kegiatan ini tak akan dianggarkan lagi pelaksanaannya.

Yuliyos melanjutkan, sebelumnya Kadisbun Riau saat ini (Syuhada Tasman-red) pernah berjanji kepada Komisi B jika dalam waktu dua minggu usai dilantik menggantikan pejabat lama (Humizri Husein-red), akan segera melaksanakan pembangunan kebun K2i ini. “Namun hingga sekarang belum juga terlaksana. Padahal sisa penggunaan anggaran tahun ini tinggal dua bulan lagi,” tuturnya.

Permasalahan rumit memang pernah muncul terkait proyek ini. Menyangkut proses tender yang sudah dilaksanakan oleh Kadis sebelumnya, Humizri Husein. Dimana memenangkan PT Gerbang Eka Plamina sebagai kontraktor pelaksana. Namun kemudian seiring dengan perubahan nomenclatur kegiatan menjadi proyek Multiyears sehingga tender ini mengalami masalah. “Namun Kadisbun seharusnya punya keberanian dalam mengambil kebijakan untuk melaksanakan kebun,” tandasnya.

Makanya ia mengatakan akan menguraikan tiga alternatif pelaksanaan program kebun K2i ini. Pertama tetap melaksanakan program kebun K2i dengan melanjutkan kontrak kerja dengan kontraktor pemenang tender pada tahun 2005 dengan semua resikonya. Kedua, jika program kebun gagal tahun ini, akan dilakukan tender ulang, dan yang ketiga, dialihkan anggaran kebun ini untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Posting Terkait