Tante Jual Ponakannya ke Komplek Pelacuran di Riau

804 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Seorang tante tega menjual keponakannya sendiri ke Riau untuk dijadikan pelacur. Bunga (16) warga Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang menjadi korban tantenya sendiri yang diketahui bernama Ros. Dia dijual ke kompleks pelacuran di kawasan Duri dan sampai sekarang belum diketahui nasibnya.

Berita ini menjadi headline Pekanbaru MX edisi Rabu (15/7) berjudul “Tante Jual Ponakan ke Riau, ABG Dipaksa Melacur“. Harian ini menyebutkan kasus ini terungkap setelah Sofia (35) korban trafficking woman juga berhasil melarikan diri dari komplek pelacuran itu.

Berita utama Koran Riau hari ini tentang pernyataan pakar hukum Unri, Sukhanda SH yang menyebutkan temuan BPK jangan terlalu cepat dinilai negatif. Temuan itu sengaja diserahkan kepada dewan agar bisa diberikan masukan-masukan. Berita berjudul “Temuan BPK Jangan Dinilai Negatif“.

Dua kasus penemuan bayi di Tempat Pembuangan Sampah di Pekanbaru memunculkan gagasan untuk merazia semua kos-kosan. Sebab diperkirakan bayi-bayi tersebut merupakan hasil perzinahan. Berita ini menjadi headline Pekanbaru Pos hari ini berjudul “Buntut Pembuangan Dua Bayi, Razia Semua Kos-kosan“.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan public warning atas sejumlah plastik pembungkus makanan. Plastik yang biasa disebut kantong asoy atau kresek ini dilarang dipakai untuk membungkus makanan panas. Berita menjadi headline Tribun Pekanbaru hari ini berjudul “Kantong Asoy Picu Kanker Hati“.

Sementara itu headline Riau Pos hari ini tentang renvana Menteri Negara Pendayagunan Aparatur Negara Taufiq Effendi yang akan mengangkat seluruh tenaga honorer dan Sekdes sebagai PNS pada tahun 2009 ini. Berita itu berjudul “2009, Honoror dan Sekdes Pasti PNS“.

Headline Metro Riau hari ini tentang pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla yang mengatakan tidak ada kegiatan maupun wacana untuk melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar. Dalam berita berjudul “JK: Tak Ada Munaslub Golkar” disebutkan Munaslub bisa saja dilakukan jika ada pelanggaran yang dilakukan partai atau pengurusnya.

Sedangkan headline Riau Mandiri hari ini tentang bantahan DBY yang menyebutkan dirinya sudah mulai menyusun kabinet untuk periode kedua pemerintahannya. Proses penting ini baru akan dilakukan SBY menjelang berakhirnya masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu 20 Oktober nanti. Berita berjudul “SBY: Kabinet Belum Disusun“.(ad)

Posting Terkait