Rencana Peremajaan Pasar Cik Puan Pasca Kebakaran Jadi Perhatian Utama

518 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Sejumlah koran terbitan Pekanbaru Senin (14/5) ini kebanyakan mengangkat rencana peremajaan Pasar Cik Puan pasca kebakaran babak IV ini sebagai berita utama. Seperti diketahui Pasar Cik Puan Sabtu malam lalu terbakar lagi untuk yang keempat kalinya.

Harian Metro Riau misalnya mengangkatkan dalam judul “Pasar Cik Puan Segera Diremajakan: Konsepnya Pasar Wisata”. Menurut harian ini rencana tersebut terungkap saat Gubernur Riau HM Rusli Zainal melakukan kunjungan ke lokasi pasar yang terbakar tersebut.

Begitu pula halnya dengan Harian Media Riau yang hari ini juga mengangkat rencana peremajaan Pasar Cik Puan tu dalam tulisannya yang berjudul “Pasca Kebakaran: Pasar Cik Diremajakan”. Berita itu dilengkapi pula foto saat Gubri dan Wakot melakukan kunjungan ke Pasar Cik Puan.

Harian Riau Tribune juga mengangkat kasus kebakaran Pasar Cik Puan itu, namun lebih condong menyoroti kerugian yang diderita para pedagang. Dalam berita berjudul “Kerugian Capai Rp12 M” harian ini mengungkapkan kerugian terbesar dialami oleh pedagang kain.

Taksiran kerugian yang sama juga dungkapkan Harian Riau Pos dalam headline hari ini. Menurut harian ini dalam berita berjudul “Pedagan Cik Puan Rugi Rp12 M” angka tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Cik Puan Agusman Sikumbang.

Sedang Harian Tribun Pekanbaru dalam headline hari ini lebih memilih menampilkan berita politik dengan judul “Hamid Seret SBY-Kalla”. Namun begitu dalam halaman yang sama juga tetap mengangkat peristiwa kebakaran Pasar Cik Puan dalam beritanya berjudul “Kami Sudah Berteriak”.

Beda pula Pekanbaru Pos lebih memilih politik lokal berkaitan akan digelarkan Pilkada Gubernur Riau. Hari ini mengangkat soal dukungan terhadap Rusli Zainal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan judul “PKB ‘Setel’ Rusli Zainal”.

Sedangkan Riau Mandiri hari ini mengangkat masalah kecenderungan media massa Malaysia menggunakan istilah “indon” untuk para TKI di sana. Sebab istilah itu sama halnya dengan meredahkan mrtabat bangsa Indonesia. Masalah itu dikemas dalam berita berjudul “Soal Pemakaian Kata “Indon”: RI Protes Malaysia”.

Pekanbaru Mx edisi hari ini mengangkat kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang pemulung terhadap seorang bacah. Pemulung tersebut nyaris tewas diamuk massa. Berita itu dipaparkan dengan judul “Jilat ‘Anu’ Bocah, Pemulung Diremuk Warga”.(Ad)

Posting Terkait