Petani Sawit di Riau Tak Sanggup Lagi Bayar Cicilan Rumah dan Kendaraan

773 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Sejak harga sawit anjlok, banyak petani sawit di Riau tak sanggup lagi membayar cicilan rumah dan kendaraan yang dibelinya secara kreditan. Akibatnya rumah dan kendaraan kredit itu terpaksa diambil kembali oleh pemberi kredit dan ada pula dijual murah dengan sistem pengalihankredit. 

Hal itu diakui Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Riau, Setiyono di Pekanbaru. Dia mengatakan sejak harga sawit anjlok, pendapatan para petani sawit di Riau turun secara drastis. Mereka jadi tidak sanggup lagi membayar hutan-hutangnya, termasuk cicilan rumah dan kendaraannya.

Disebutkannya, ketika harga buah sawit melambung beberapa bulan lalu, para petani sawit di Riau memang merasa mendapatkan durian runtuh dengan pendapatannya yang cukup besar. Makanya di kalangan petani sawit itu muncul sifat konsumtif yang sangat tinggi.

Sifat konsumtifyang tinggi itu dibuktikan dari banyaknya petani sawit membeli barang-barang mewah seperti sepeda motor, mobil, rumah dan sebagainya. Sebagian barang-barang itu mereka dapatkan dengan cara kreditan, karena mereka merasa yakin akan mampu membayar cicilannya.

“Makanya begitu harga buah sawit anjlok dan mendapatkan mereka menurun drastis, kini mereka tidak sanggup lagi membayar cicilan. Bahkan jangankan membayar cicilan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah tidak sanggup lagi,” jelas Setiyono.

Karena itu, saat ini banyak diantara petani sawit itu mengembalikan lagi rumah atau kendaraan yang telah mereka beli secara cicilan itu. Dan sebagian lagi ada yang menjual murah rumah dan kendaraan yang mereka kredit itu dengan sistem pengalihan kredit.

Setiyono mengatakan, saat ini petani sawit yang tergabung dalam Aspekpir Riau mencapai 64 ribu kepala keluarga dengan luas lahan masing-masing 2 hekar. Para anggota Aspekpir ini tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Riau.

Untuk melindungan para petani sawit anggota Aspekpir ini, setiap tahunnya terus dilakukan pengantisipasian anjloknya harga sawit. Namun untuk tahun ini upaya mengantisipasian sangat sulit dilakaukan, karena menurunnya harga sawit di luar perkiraan.(ad)

 

Posting Terkait