Peparnas Riau Ajang Seleksi untuk ASEAN Paragames

569 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV di Pekanbaru, Riau, 7-13 Oktober akan dijadikan sebagai ajang seleksi atlet yang bakal diturunkan di kejuaraan internasional, salah satunya ASEAN Paragames 2013 di Myanmar.

Sekjen National Paralympic Committe (NPC), Pribadi, di Pekanbaru, Minggu (7/10) mengatakan, dengan dijadikannya Peparnas sebagai ajang seleksi, diharapkan semua Paralimpian yang berpartisipasi dalam kejuaraan difabel empat tahunan ini bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Sebenarnya bukan hanya untuk ASEAN Paragames, tetapi untuk Asia Paragames maupun Paralympic Games,” katanya di Media Center Pusat Peparnas 2012.

Pribadi menegaskan, sebagai induk organisasi difabel di Indonesia, pihaknya juga terus menyesuaikan cabang olahraga yang dipertandingkan di kejuaraan yang dulunya bernama Percanas ini dengan kejuaraan internasional.

Pada Percanas 2008 di Kalimantan Timur, kata dia, jumlah nomor yang dipertandingkan hanya tujuh cabang saja. Tetapi untuk Peparnas di Riau, jumlah cabang yang dipertandingkan naik menjadi 11. Juara di Percanas Kalimantan Timur adalah Jawa Tengah

“Cabang yang baru dipertandingkan disini (Riau) adalah futsal, panahan, boling dan voli duduk,” katanya menambahkan.

Sedangkan tujuh cabang olahraga lainnya yang dipertandingkan di Peparnas 2012 adalah angkat berat, atletik, bulutangkis, catur, renang, tenis kursi roda dan tenis meja.

Pribadi mengaku, tidak menutup kemungkinan jumlah cabang olahraga yang dipertandikan di Peparnas 2016 akan jauh lebih banyak dibandingkan saat ini.

“Pokoknya akan terus disesuaikan dengan jumlah cabang dikejuaraan internasional. Makanya kami terus berupaya mensosialisasi cabang-cabang olahraga yang belum dikembangkan di masing-masing provinsi,” katanya menegaskan.

Khusus untuk Peparnas 2012 di Riau, jumlah medali yang diperebutkan oleh 1.400 atlet dari 31 provinsi sebanyak 450 medali emas. Cabang atletik menjadi cabang yang paling banyak memperebutkan medali emas yaitu 120 keping.

“Kalau dipertandingkan semuanya bisa mencapai 220 nomor. Makanya di atlet harus ada klasifikasi yang jelas. Misalnya, orang yang cacat kaki harus melawan orang yang cacat kaki juga. Jadi bukan cacat tangan menghadapi cacat kaki,” katanya menjelaskan. (ant/E2)

Posting Terkait