PENULIS TAMU DI “RIAUINFO.COM” Irwandi Jaswir, Calon Unggulan Rektor ITB 2010-2014

872 views
news10392PEKANBARU (RiauInfo) – Penulis tamu “riauinfo.com”, Prof Madya Dr Ir H Irwandi Jaswir MSc, masuk menjadi salah satu dari 29 calon nominatee (unggulan) Rektor Institute Teknologi Bandung (ITB). Pria Sumatera berusia 39 tahun ini bahkan merupakan calon nominatee Rektor ITB yang termuda.

Sebagaimana dilaporkan Kompas.com, Selasa (11/8), Majelis Wali Amanah Institut Teknologi Bandung telah mengumumkan 29 nama calon nominee Rektor ITB periode 2010-2014. Sebagian calon nominee ini berasal dari luar ITB (non-alumni), bahkan bekerja di Malaysia. “Para calon nominee dimaksud yaitu Irwandi Jaswir (39) Riza Muhida (40), Iis Sopyan (43) dan Agus Sutjipto (44). Keempatnya saat ini bekerja di International Islamic University Malaysia (IIUM),” tulis situs berita terkemuka Indonesia itu.

Di luar wajah baru ini, memang muncul sejumlah nama yang tidak lagi asing dan dikenal sarat pengalaman di lingkungan sivitas akademika ITB. Mereka ini di antaranya mantan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas RI Indra Djati Sidi (56), Ketua Umum Perhimpu nan Ahli Pertambangan Indonesia Irwandy Arif (57), Kepala Bappeda Jabar Deny Juanda Puradimadja, dan mantan Wakil Ketua MWA ITB Rizal Tamim.

Ada pula calon yang punya pengalaman akademis memimpin perguruan tinggi, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman (54), Rektor Universitas Widyatama Mame Sutoko (61), Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Kemitraan ITB Indratmo Soekarno (51), serta Rektor Institut Teknologi Indonesia Isnuwardianto (51).

Menurut catatan “riauinfo.com” masuknya nama adik kandung politisi Riau Fendri Jaswir ini menjadi fenomenal. Sebab, selain belia, lantaran koresponden Tabloid Bola ini adalah alumni IPB Bogor. Tapi tampaknya Majelis Amanah ITB ini sangat mencermati prestasi akademik dan ilmiah yang diraih Irwandi. Penemu metode cepat mendeteksi lemak babi pada makanan ini beberapa kali menjadi juara olimpiade ilmuwan muda di luar negeri. Dia juga runner-up ilmuwan muda Asia Pacifik 2009. Menariknya, pria humoris ini, di sela-sela kesibukan di kampusnya, masih mengirimkan artikel-artikel ilmiah populernya ke “riauinfo.com”.

Menurut Ketua Majelis Wali Amanah ITB, Yani Panigoro, mengingat beragamnya profesi, latar belakang, dan usia para calon nominee ini, Ketua Panitia Pemilihan Rektor ITB Periode 2010-2014 Djoko Suharto menjuluki mereka sebagai laskar pelangi Indonesia.

“Pengalaman mereka sangat beragam, ada yang birokrat, ada yang dosen, dan sebagainya. Yang muda-muda tidak bisa dianggap remeh. Jangan lantas mereka masih muda lalu ini (pemilihan rektor) dianggap dolanan (mainan). Semuanya punya peluang sama untuk jadi (rektor),” tuturnya, Selasa (11/8).
Keberadaan para calon nominee yang masih berusia muda, sebagian di bawah umur 50 tahun, menurutnya, harus bisa dihargai. Meskipun, faktor pengalaman yang matang sangatlah perlu dimiliki oleh seorang kandidat Rektor ITB yang ideal.

Ke-29 calon nominee yang telah resmi terdaftar ini akan mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu klarifikasi, verifikasi, dan seleksi nominee oleh MWA ITB yang sedianya berlangsung hingga 24 Agustus mendatang. “Mereka ini akan diwawancara lagi untuk konfirmasi soal pengalamannya,” ucap Suharto.
Mengingat tersebarnya para calon, sebagian bahkan ada di luar negeri, Djoko mengatakan, konfirmasi bisa dilakukan via telepon. Ini khususnya untuk keempat calon yang berada di Malaysia. “Jika ini sudah selesai, mereka akan mengikuti panel yang diikuti tujuh orang (reviewer ) pada 8-10 September mendatang,” tuturnya kemudian.

Panigoro mengatakan, pemilihan rektor ITB kali ini bernuansa kebersamaan. “Untuk itu, istilahnya pun sengaja disebut Rektor Kita, bukanlah Pemilihan Rektor. Siapapun yang terpilih ataupun tidak, harus bisa legowo dan tetap bahu membahu nantinya,” ucapnya kemudian. (tony)

Posting Terkait