Penerima Bantuan Chevron Panen Raya di Rokan Hulu

602 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Tiga kelompok tani penerima bantuan pertanian dari PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) hari ini melakukan panen raya di persawahan seluas 102,75 hektare di Kecamatan Rambah Samo, Kab. Rokan Hulu. Panen raya ini ini merupakan buah kerja keras para petani, dibantu oleh CPI dan Dinas Pertanian setempat, yang berupaya meningkatkan produktivitas usaha pertanian mereka.

Bupati Rokan Hulu yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi & Pembangunan Jasman Nasution, SH. MA., Kepala Dinas Pertanian Rokan Hulu Ir. H. Sri Hardono, MM., dan Koordinator Wilayah Tim Gerhana (Gerakan Ketahanan Pangan Nasional) Sutikno dari Jakarta tampak hadir di tengah para pejabat setempat dan petani untuk melakukan panen perdana.

Pada 14 Mei lalu, CPI, bekerjasama dengan LSM Gerhana (Gerakan Ketahanan Pangan Nasional) dan pemerintah Rokan Hulu, memberikan bantuan pupuk kepada Kelompok Tani Usaha Baru, Kelompok Tani Sempurna dan Kelompok Tani Harapan Baru II. Bantuan yang terdiri dari beberapa jenis pupuk itu diberikan dalam bentuk kupon yang bisa ditukarkan kepada pihak Koperasi Unit Desa (KUD) setempat yang direkomedasikan pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, kelompok tani bertanggung jawab atas seluruh proses pengolahan lahan, sedangkan Dinas Pertanian memberikan penyuluhan di lapangan. Untuk memastikan keberhasilan program ini, CPI dan Tim Gerhana melakukan monitorning berkala hingga panen raya tiba.

Kepada kelompok petani jagung di Balairaja, Duri, CPI memberikan bantuan berupa bibit tanaman jagung, pupuk, herbisida, insektisida dan fungisida Juni lalu. Bantuan serupa juga diberikan kepada kelompok tani Rokan Hilir. Mereka menerima bantuan berupa pupuk, bibit padi, herbisida dan mesin perontok gabah. Kedua kelompok tani ini diharapkan akan melakukan panen raya dalam waktu dekat.

”Bantuan CPI ini pada dasarnya merupakan dukungan perusahaan terhadap upaya peningkatan produksi pertanian nasional, khususnya di sekitar daerah operasi. Kesuksesan program ini akan menjadi ’best practice’ bagi program-program sejenis di beberapa wilayah yang belum sempat diberikan bantuan pada tahun ini,” kata Manager GR/CE Edwin Abdulmuthalib.(ad/rls)

 

Posting Terkait