Pemkab Tanggap Terhadap Empat Kecamatan Yang Terkena Banjir

705 views

BANGKINANG (RiauInfo) – Sekitar 326 unit rumah penduduk yang ditempati 336 Kepala Keluarga (KK) di Empat Desa di Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, berdasarkan data terakhir, yang terkena dan terendam banjir akibat meluapnya air Sungai Subayang dan air Sungai Lipai serta meluapnya air Sungai Kuantan Singingi karena hujan lebat yang turun tidak henti-hentinya di Kabupaten Kampar.

Empat desa yang terendam banjir di Kecamatan Gunung Sahilan tersebut yaitu Desa Gunung Sahilan, Sahilan Darussalam, Kebun Durian dan Desa Subarak dengan jumlah penduduk yang rumahnya terendam banjir sebanyak 1005 jiwa itu data terakhir dari Dinas Sosial Kabupaten Kampar.

Bupati Kampar H Burhanuddin Husin dan rombongan, Senin (31/01/2011) kemarin sudah meninjau langsung kelokasi banjir dan langsun menterahkan bantuan kepada Kepala Desa yang banjir melanda Desanya dan sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang rumahnya terendam banjir.

Bantuan yang diserahkan adalah berupa 5 Ton beras, 167 kotak mie instan dan 167 kotak air mineral. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Burhanuddin Husin kepada empat orang kepala desa di Posko Banjir dan selanjutnya tim di Posko Banjir dan Kades mendistribusikannya kepada masyarakat yang terkena musibah banjir.

” Kepada para Camat dan Sekcam untuk melaporkan perkembangan sebanyak 1 kali dalam 24 jam. Bila keadaan memang darurat, segera ungsikan penduduk agar tidak jatuh korban, seluruh warga yang terkena musibah banjir diberikan kemudahan untuk berobat secara gratis,” ujar Bupati Kampar H Burhanudin Husin.

Ditegaskan Bupati, pihak terkait khususnya pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas segera mengembali langkah-langkah kongkrit pasca banjir, terutama langkah pengamanan agar penduduk tidak terserang berbagai penyakit. Seluruh aparatur pemerintah dari tingkat desa, Kecamatan dan Kabupaten agar senantiasa melakukan koordinasi di lapangan dalam menghadapi musibah banjir
dan berbagai persoalan pasca banjir. dia juga memberikan arahan kepada aparatur pemerintah yang terlibat langsung dalam penanggulangan musibah banjir.

” Meluapnya air Sungai Kampar Kiri dan air Sungai Subayang juga melanda empat desa di Kecamatan Kampar Kiri Hilir sejak, Senin (31/01/2011) yakni Desa Mentulik, Rantau Kasih, Sei Bungo dan Desa Gading Permai. Luapan air banjir di Empat Desa tersebut mengakibatkan jalan menuju keempat desa tersebut mencapai ketinggian 60-80 Cm,” ungkap H Januar Rambo, Senin
(31/01/2011).

Camat Kampar Kiri, Febrinaldi Tridarmawan yang ditemui menambahkan bahwa banjir juga merendam Dua Desa di Kecamatan Kampar Kiri yakni Desa Tanjung Harapan dan Desa Teluk Paman sudah sejak, Minggu (30/01/2011) kemarin.

Banjir yang mulai merendam 326 unit rumah penduduk tersebut sudah berlangsung sejak Jum’at (21/1) dan hingga kemaren rata-rata tinggi genangan air dibantaran sungai yang meluap kerumah penduduk rata-rata setinggi 30-50 Cm.

Belum ada penduduk yang mengungsi, meskipun pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar maupun pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar telah menyiapkan dua tenda pengungsian ditanjakan jalan menuju jembatan Gunung Sahilan. Dua tenda yang dilengkapi kursi tersebut hingga kemaren Senin (31/1) berfungsi sebagai Posko Banjir yang sekaligus dapat memberikan informasi tentang kondisi ril banjir yang tengah terjadi.

Data yang berhasil dihimpun di Posko Banjir, bahwa jumlah rumah yang terendam banjir di empat desa sebanyak 326 unit, milik 335 KK dengan total masyarakat yang mengalami musibah banjir sebanyak 1005 jiwa. Kantor instansi pemerintah yang terendam 1 unit, musholla yang terendam 5 unit, Taman Kanak-kanan 1 unit, sumber air bersih 38 unit, kebun sawit terendam air seluas 288 Ha dan kebun karet seluas 413 Ha, tanaman sayur-sayuran terendam air seluas 8,5 Ha, dan tanaman Cacao yang terendam banjir seluas 3,5 Ha. Puluhan ternak besar seperti sapi juga terlihat mulai diungsikan pemiliknya dan bahkan di dekat Posko Banjir juga telah disediakan tempat atau kandang pengamanan sementara bagi ternak milik masyarakat.

Sekcam Gunung Sahilan Refirzal didampingi Danramil Kampar Kiri Kapten Inf Untung Kusmanto ketika ditemui di Posko Banjir, Senin (31/01/2011) kemarin mengungkapkan bahwa berbagai aktifitas harian masyarakat seperti menyadap karet, dan kekebun, terhenti selama banjir dan diperparah pula dengan turunnya hujan setiap hari.(arief)

Posting Terkait